Kemhan Pastikan Kapal Pesiar Swasta Pinjaman, Tanpa Biaya Sewa

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan memastikan kapal pesiar J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan milik pihak swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa.

"Kami jelaskan bahwa kapal tersebut merupakan kapal milik pihak swasta yang dipinjam Kemhan tanpa biaya sewa dan digunakan sebagai kapal pendukung kegiatan Kemhan dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, dikutip Antara, Minggu (16/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rico menegaskan kapal tersebut tidak masuk dalam daftar aset kementerian.

"Jadi, kapal tersebut bukan aset yang dibeli atau diadakan oleh Kemhan. Kapal tersebut merupakan sarana pendukung yang dimanfaatkan untuk membantu mobilitas, koordinasi, serta kebutuhan petugas," ujarnya.

Menurut Rico, kapal dipakai memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung program pemerintah, terutama distribusi logistik program ketahanan pangan.

Kapal telah digunakan untuk mendukung distribusi logistik di sejumlah wilayah, antara lain Wanam di Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera. Selain itu, kapal dipakai sebagai lokasi rapat untuk membahas teknis pelaksanaan program di lapangan.

"Khusus di Wanam, Papua Selatan, karena masih terdapat keterbatasan fasilitas penginapan, kapal tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi para petugas selama melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut," tuturnya.

Logo Kemhan

Keberadaan J7 Explorer menjadi perhatian karena logo resmi Kemhan tampak di bagian lambung kapal. Penampakan kapal ini ramai dibicarakan di media sosial.

Rico menyatakan pemasangan logo dilakukan untuk menandai kapal tersebut sedang digunakan mendukung kegiatan kementerian.

Dalam keterangan tertulis sebelumnya, Sabtu (15/8), ia menyebut penempelan logo itu menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah. Pemanfaatannya, kata dia, diarahkan penuh untuk menyokong upaya negara mewujudkan swasembada pangan.

Kapal pesiar ekspedisi tersebut merupakan kepunyaan Jhonlin Marine Transport, perusahaan milik pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam. Dalam keterangan terpisah, Haji Isam menyatakan kapal itu miliknya.

J7 Explorer berbobot 8.076 gross tonnage dan dibangun di Batam hingga selesai pada 2022. Kapal kemudian diubah menjadi kapal induk atau pangkalan bergerak untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Menurut Haji Isam, keberadaan kapal itu krusial karena karakter geografis Papua Selatan yang terisolasi dan minim infrastruktur darat. Kapal berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik.

Ia menyebut keterlibatannya bukan semata soal untung rugi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan amanah negara.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," kata Isam.

(fea)

placeholder

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |