Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara soal kasus influenza dilaporkan melonjak di sejumlah rumah sakit di beberapa daerah.
Budi awalnya membenarkan ada kenaikan kasus influenza. Namun, ia menyebut influenza terjadi secara musiman dan mengklaim masih aman terkendali.
"Gini, influenza, kita melihat, jadi kita ada yang namanya sentinel checking. Jadi rumah sakit-rumah sakit kita cek apakah ada kenaikan kasus influenza. Nomor satu, memang ada kenaikan kasus influenza. Ya, nomor dua, yang masyarakat mesti tahu influenza itu ada musimnya. Jadi, memang bulan-bulan ini pasti ada kenaikan," kata Budi seusai rapat di DPR, mengutip detikcom, Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi memastikan belum ada perbedaan signifikan kasus influenza dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan yang naik belakangan ini influenza tipe A.
"Nah, kita sekarang belum melihat ada perbedaan yang sangat signifikan kenaikan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Belum ada perbedaan. Jadi, selalu ada. Kita sudah lihat oh, yang naik ini banyak di influenza tipe A, sama ada Rhinovirus sedikit," ucap dia.
Selain itu, Budi mengatakan kenaikan angka influenza saat ini bukan virus yang berbahaya. Dia memastikan kondisi masih terkendali.
"Nah, ini, ini bukan strain yang berbahaya, ya. Jadi, kita sementara mau monitor terus, kita kasih tahu daerah-daerahnya agar kalau ada kenaikan dikasih tahu ke kita kalau ada yang benar-benar parah kondisinya. Tapi sampai so far saya masih bisa lihat ini masih terkendali," ujar dia.
Pemkot Surabaya respons kasus influenza
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, mengatakan kasus demam dan influenza di Kota Surabaya, mengalami peningkatan. Namun hal itu dinilai masih dalam batas wajar.
Menurutnya hal itu terjadi saat perubahan cuaca dan dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga daya tahan tubuh dan tidak perlu merasa cemas secara berlebihan.
"Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat," kata dr Billy, Rabu (16/9).
Ia mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kondisi tubuh. Upaya tersebut antara lain dengan beristirahat yang cukup, memperbanyak minum air putih, menggunakan masker saat beraktivitas, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.
"Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang. Cukup dengan rajin memakai masker saat beraktivitas, cukup istirahat, minum air putih, dan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh," imbaunya.
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai rumah sakit di Surabaya yang disebut penuh akibat pasien demam dan influenza tipe A, dr Billy memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas tetap berjalan normal.
Menurutnya, pasien yang menjalani rawat inap merupakan mereka yang memang membutuhkan penanganan lebih lanjut berdasarkan kondisi medis, salah satunya pasien dengan gangguan pernapasan berat.
Sementara pasien dengan demam atau influenza dengan kondisi ringan pada umumnya dapat memperoleh penanganan melalui layanan rawat jalan.
"Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti mengalami gangguan pernapasan berat. Sementara itu, pasien dengan demam atau influenza pada umumnya dapat ditangani melalui perawatan rawat jalan," jelasnya.
Ia menegaskan rumah sakit tetap memprioritaskan pasien yang membutuhkan penanganan medis, terutama dalam kondisi gawat darurat. Karena itu, informasi mengenai kondisi rumah sakit sebaiknya tidak langsung dipercaya apabila belum diketahui sumber dan kebenarannya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/frd/dal)

7 hours ago
10

















































