Jakarta, CNN Indonesia --
Basarnas melaporkan sebanyak 129 korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa masih belum ditemukan hingga hari keempat operasi pencarian atau pada Rabu (16/9).
"Hari ini hari keempat, kita belum mendapatkan korban yang baru untuk bisa kita evakuasi," kata Kepala Basarna Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers, Rabu malam.
Syafii menyebut pada operasi pencarian hari ini pihaknya baru menemukan atribut atau barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun kapal. Namun, ia tak membeberkan lebih lanjut ihwal barang apa saja yang ditemukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi beberapa part, atribut ataupun ada barang-barang yang ditemukan di laut, ini juga telah diambil oleh tim eh SAR laut yang melaksanakan pencarian hari ini," ucap dia.
Syafii mengamini pihaknya menghadapi sejumlah kendala dalam operasi pencarian ini. Salah satunya kendala untuk melakukan pencarian bawah laut atau underwater.
Kata dia, pada hari tim penyelam sudah diterjunkan untuk melakukan pencarian bawah laut. Namun, kondisi alam membuat pencarian oleh para penyelam gagal dilakukan.
"Saya sampaikan bahwa kecepatan arus di lokasi mencapai di atas 6 knot, bahkan mendekati 7 knot. Sementara sesuai ketentuan bahwa eh penyelaman itu direkomendasikan dengan catatan eh kecepatan arus below 1.5 knots, jadi itu," tutur dia.
"Sehingga pada saat teman-teman ini begitu turunkan segera ditarik kembali, karena memang faktor safety harus dipenuhi, itu," sambungnya.
Siapkan metode salvage
Basarnas berencana melakukan salvage dengan membalikkan badan KM Virgo Transport 8 untuk mempermudah proses pencarian terhadap korban. Sebagai informasi, salvage adalah pekerjaan untuk menolong kapal atau muatannya yang mengalami kecelakaan atau bahaya di perairan.
Syafii mengatakan salvage bakal dilakukan jika rencana pencarian bawah laut atau underwater tak kunjung bisa dilaksanakan akibat kendala cuaca.
"Apabila pencarian underwater belum bisa kita lakukan akibat cuaca, kita merencanakan untuk salvage. Yaitu kita ingin membalikkan kondisi kapal ini dan akan kita laksanakan pencarian di dalam eh kapal tersebut dan kita akan evakuasi," kata Syafii.
"Baru setelah diyakinkan proses SAR ini selesai baru kapal ini akan kita tarik untuk kepentingan investigasi," sambungnya.
Disampaikan Syafii, hari ini para ahli dari berbagai daerah, termasuk luar negeri telah tiba di Banjarmasin untuk membahas ihwal rencana upaya salvage tersebut.
Kata dia, para ahli itu nantinya akan lebih dulu melakukan obersvasi udara untuk mengetahui kondisi kapal dan lokasi. Setelahnya, akan dilakukan asesmen untuk menentukan langkah apa yang harus dilakukan.
"(Setelah itu) baru kembali lagi ke sini untuk dilaksanakan rapat koordinasi sambil menentukan sarana prasarana apa yang dibutuhkan untuk dihadirkan di tempat ini, artinya bisa dari Surabaya atau mungkin ada perlengkapan-perlengkapan yang ada di Kalimantan sini atau mungkin dari tempat lain," tutur Syafii.
Syafii menyebut berdasarkan keterangan yang disampaikan para ahli tersebut, proses salvage ini bisa memakan waktu sekitar 24 jam. Namun, hal ini tergantung pada kondisi atau kendala yang dihadapi di lokasi.
"Namun kalau memang ada kesulitan tentunya akan memakan waktu beberapa lama lagi dan kita tidak tahu kondisi apa yang nanti kita hadapi. Itu adalah salah satu rencana yang kita laksanakan dan sudah berproses," ucap dia.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). KM Virgo disebut membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal hingga kru.
Hingga Senin (14/9), dari 243 orang yang ada di kapal tersebut, sebanyak 114 di antaranya telah berhasil ditemukan dan 129 lainnya masih dalam pencarian.
(dis/dal)

1 hour ago
3

















































