Gempa Daratan M 6,4 di Simalungun, Getaran Terasa Hingga Medan

6 hours ago 7

Medan, CNN Indonesia --

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (15/8) sore.

Gempa terjadi sekitar pukul 17.54 WIB. Guncangan gempa dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Kota Medan, ibu kota Sumatera Utara yang berjarak sekitar 143 kilometer dari Simalungun.

Salah satu warga di Medan yang berdomisili di Kecamatan Medan Johor, Wilis,   mengaku sempat panik karena guncangan cukup terasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya cuma sebentar, tapi yang ini terasa lebih lama. Tetangga-tetangga juga langsung keluar rumah untuk memastikan kondisi aman," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugrohomengatakan pusat gempa berada pada koordinat 2,97 Lintang Utara dan 98,95 Bujur Timur atau sekitar 10 kilometer tenggara Kabupaten Simalungun dan 12 kilometer barat laut Kota Pematangsiantar.

"Gempa terjadi pada kedalaman 163 kilometer dengan Episenter gempa berada di wilayah Simalungun, Sumatera Utara," jelasnya.

Dia mengatakan gempa itu tak berpotensi tsunami.

Getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah.

Di Kabupaten Aceh Selatan, tambah Hendro, guncangan dirasakan pada skala IV MMI.

"Sementara itu, di Kota Sibolga getaran juga dirasakan pada skala IV MMI. Di Lubuk Pakam dan Banda Aceh, gempa dirasakan pada skala III MMI.

Sedangkan di wilayah Nias Barat, Nias Selatan, Kabupaten Nias, dan Kota Gunungsitoli, gempa dirasakan pada skala II hingga III MMI.

"Pusat gempa tercatat berada sekitar 76 kilometer tenggara Kota Medan dan sekitar 44 kilometer barat daya Kota Tebing Tinggi," urainya.

Mengutip dari siaran pers BMKG, guncangan terbesar dari gempa itu adalah skala V MMI. 

"Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas: 1. V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) di Kota Tebingtinggi; Kota Kabanjahe; Kota Limapuluh," dikutip dari siaran pers yang dirilis Sabtu malam ini.

"IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di Raya, Simalungun; Panombeian Pane, Simalungun; Panei, Simalungun; Kota Pematangsiantar; Kota Pangururan," sambungnya.

(fnr/kid)

placeholder

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |