Dunia Kehilangan 100 Juta Barel Minyak Tiap Minggu! Bos Aramco Bunyikan Peringatan Darurat

6 hours ago 6

loading...

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser baru saja merilis peringatan darurat yang menyebut bahwa pasar minyak global kehilangan pasokan raksasa sebesar 100 juta barel setiap minggunya. Foto/Dok

JAKARTA - Kabar buruk kembali menghantam stabilitas ekonomi dunia. CEO Saudi Aramco , Amin Nasser baru saja merilis peringatan darurat yang menyebut bahwa pasar minyak global kehilangan pasokan raksasa sebesar 100 juta barel setiap minggunya.

Penyebabnya tak lain adalah masih tertutupnya Selat Hormuz akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Jika jalur nadi energi ini tidak segera dibuka, Nasser memprediksi pemulihan pasar minyak mentah dunia baru akan terjadi pada tahun 2027 mendatang-sebuah skenario yang bisa memicu resesi global jangka panjang.

Dunia Kehilangan 1 Miliar Barel: Krisis Energi Terparah dalam Sejarah

Dalam wawancaranya dengan Reuters, Nasser mengungkapkan bahwa dunia telah kehilangan sekitar 1 miliar barel minyak selama dua bulan terakhir. Angka ini setara dengan pengurasan stok energi dunia dalam skala yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Baca Juga: Aramco Raup Cuan Rp561 Triliun! Terungkap Cara Cerdik Saudi Amankan Minyak Tanpa Selat Hormuz

Badan Energi Internasional (IEA) bahkan melabeli penutupan Selat Hormuz dan kerusakan infrastruktur regional saat ini sebagai gangguan pasar minyak terbesar sepanjang sejarah.

"Bahkan jika Selat Hormuz dibuka hari ini, pasar butuh waktu berbulan-bulan untuk kembali seimbang. Jika gangguan ini berlanjut beberapa minggu lagi, normalisasi mungkin tidak akan terjadi sebelum 2027," tegas Nasser.

Negara Teluk Lumpuh, Saudi Gunakan Jalur Tikus Kirim Minyak

Krisis ini memukul negara-negara Teluk dengan cara yang berbeda, dimana Irak, Kuwait, Qatar, dan Bahrain dilaporkan tidak memiliki rute ekspor alternatif selain Hormuz. Artinya, produksi minyak mereka benar-benar terkunci dan tidak bisa dijual ke pasar dunia.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |