Ditolak India, Kapal Tanker 60.000 Ton LNG Rusia Terdampar di Dekat Singapura

4 hours ago 1

loading...

Pemerintah India secara resmi menolak tawaran kargo gas alam cair (LNG) dari proyek Rusia yang terkena sanksi. FOTO/Marine Link

NEW DELHI - Pemerintah India secara resmi menolak tawaran kargo gas alam cair (LNG) dari proyek Rusia yang terkena sanksi Amerika Serikat, menyebabkan sebuah kapal tanker bermuatan 60.000 ton gas terdampar tanpa tujuan pasti. Kapal tanker bernama Kunpeng tersebut kini terpantau berada di perairan dekat Singapura setelah operator terminal di India menolak izin sandar demi menghindari risiko pelanggaran sanksi Washington.

"Penolakan tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Energi Rusia, Pavel Sorokin, dalam kunjungannya ke New Delhi pada 30 April lalu saat bertemu dengan Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri," demikian laporan Reuters berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui langsung masalah tersebut.

Baca Juga: Siapa Erfan Shakourzadeh? Agen CIA dan Mossad yang Digantung di Iran

Pertemuan tingkat tinggi itu merupakan negosiasi kedua dalam dua bulan terakhir, di mana pihak Rusia berupaya menawarkan LNG dengan harga diskon yang menggiurkan. Namun, pembeli dan operator terminal di Dahej, India Barat, tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak menerima pengiriman perdana dari pabrik Portovaya milik Gazprom yang telah masuk dalam daftar hitam sanksi AS sejak Januari 2025.

Laporan menyebutkan sempat ada upaya dokumentasi untuk menyamarkan asal-usul kargo tersebut sebagai non-Rusia, namun pelacakan satelit tetap berhasil mengidentifikasi muatan aslinya. Berbeda dengan minyak mentah yang lebih mudah disamarkan melalui transfer antar-kapal (ship-to-ship transfer) di tengah laut, pengiriman LNG jauh lebih sulit disembunyikan dari pengawasan data navigasi global.

Baca Juga: Tiga Tanker Minyak Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Begini Strateginya

Keputusan New Delhi ini mempertegas upaya keseimbangan yang dilakukan India antara kebutuhan mengamankan energi murah dan menjaga hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Meski India saat ini tercatat sebagai pembeli minyak mentah laut Rusia terbesar di dunia, kargo tersebut masih terlindungi oleh keringanan sanksi sementara pasca-gangguan energi di Timur Tengah sejak Februari lalu.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |