Coding Camp AI DBS Foundation Bantu Siswa SMK Siap Hadapi Dunia Kerja Digital

5 hours ago 2

loading...

DBS Foundation bersama Dicoding menyelenggarakan Coding Camp Workshop di SMK Wikrama Bogor. Foto/Istimewa.

JAKARTA - Untuk menjawab meningkatnya kebutuhan keterampilan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja, DBS Foundation bersama Dicoding menyelenggarakan Coding Camp Workshop di SMK Wikrama Bogor. Inisiatif ini merupakan sebuah pelatihan luring yang dirancang untuk membekali siswa SMK dengan kompetensi teknologi AI, literasi keuangan, dan soft skill demi kesiapan karier.

Workshop ini merupakan bagian dari program Coding Camp powered by DBS Foundation, inisiatif pelatihan digital nasional yang sejak 2023 berfokus menyajikan pembelajaran terstruktur dan berkualitas tinggi demi membentuk lulusan terampil yang siap berkarier di perusahaan teknologi dan startup.

Baca juga: Prabowo Ingatkan Ancaman AI: Hati-hati, Digunakan untuk Memecah Belah

Hingga kini, Coding Camp powered by DBS Foundation telah melatih dan menjangkau sebanyak 227.000 peserta, termasuk 15.000+ siswa dari 1.500+ SMK di seluruh Indonesia, dengan SMK Wikrama Bogor sebagai salah satu kontributor peserta terbesar. Pada periode 2025–2026, sekolah ini mengirimkan 155 siswa, atau sekitar 13% dari total 1.200 peserta SMK dalam program intensif Coding Camp.

“DBS Foundation berkomitmen memperluas akses pendidikan dan kesiapan kerja bagi kaum muda secara inklusif. Pelatihan coding camp di SMK Wikrama hari ini menunjukkan komitmen kami untuk membekali kaum muda khususnya para pelajar vokasi dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini dan di masa depan, khususnya di era AI seperti sekarang ini. Sehingga mereka memiliki peluang dan kesempatan untuk maju dan berkembang. Hal ini selaras dengan misi DBS Foundation untuk mendorong inklusi keuangan dan digital,” ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika,melalui siaran pers, Kamis (30/4/2026).

Transformasi teknologi berbasis AI semakin mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja global, termasuk di Indonesia. Literasi AI kini tidak lagi menjadi keterampilan tambahan, melainkan kompetensi dasar yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja digital. Data Indonesian Developer Outlook 2026 menunjukkan sebanyak 86% developer Indonesia telah menggunakan AI dalam pekerjaan mereka, menandakan perubahan signifikan dalam standar keterampilan industri teknologi.

Perubahan ini turut berdampak pada pendidikan vokasi. Lulusan SMK tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi baru, berpikir kritis, berkolaborasi lintas disiplin, serta memahami cara memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi di tempat kerja.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |