Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya membenahi aparat penegak hukum, termasuk Polri dan TNI untuk memperkuat fondasi negara dan meningkatkan kepercayaan publik.
Menurutnya, reformasi tidak hanya terbatas pada satu institusi, melainkan mencakup seluruh perangkat negara yang memiliki peran penegakan hukum.
"Yang saya ingin lakukan adalah transformasi bangsa, saya ingin perbaiki kondisi bangsa itu semua termasuk di situ adalah alat-alat penegak hukum," kata Prabowo dalam dialog bersama sejumlah tokoh dan jurnalis di kediamannya, Hambalang, Bogor, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Minggu (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan keberadaan lembaga penegak hukum yang profesional dan berintegritas menjadi syarat mutlak bagi negara yang kuat dan berhasil.
"Hukum, the rule of law, itu bagian penting daripada negara yang kuat dan berhasil," ujarnya.
Ia memastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, termasuk yang dilakukan oleh aparat negara.
Prabowo mengingatkan tindakan oknum dapat merusak kepercayaan terhadap institusi secara keseluruhan.
"Mungkin beberapa oknum dia punya power, dia bisa berbuat seenaknya, tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya," katanya.
Prabowo akan memberikan kesempatan kepada masing-masing institusi untuk melakukan perbaikan secara internal.
Namun, jika tidak ada perubahan, pemerintah akan mengambil langkah tegas.
"Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa perbaiki diri enggak? Kalau kau perbaiki diri saya kasih kesempatan," ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk terhadap praktik-praktik ilegal yang seharusnya dapat dicegah oleh aparat. Misalnya dalam kasus tambang.
Ia mempertanyakan aparat-aparat yang tidak mengetahui ada tambang ilegal di daerah.
"Bagaimana ada tambang ilegal babinsa tidak tahu, danramil tidak tahu, kodim tidak tahu, dandim tidak tahu?" katanya.
Ia mengatakan langkah penindakan terhadap aparat yang melanggar hukum bukan hal baru dan telah dilakukan sebelumnya.
Prabowo menyinggung adanya jenderal-jenderal yang diproses karena melanggar hukum
"Anda bisa lihat sudah berapa jenderal, bintang 3, bintang 2 yang kita pecat yang kita serahkan ke kejaksaan," ujarnya.
(yoa/wis)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2
















































