Tangerang, CNN Indonesia --
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melaporkan, banjir yang terjadi di wilayahnya semakin meluas hingga merendam 40 desa di 15 kecamatan pada Minggu (8/3) sore.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan, banjir dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3).
"Untuk ketinggiannya relatif, antara 20 sentimeter hingga 80 sentimeter, setiap wilayah itu berbeda-beda," ujar Taufik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan, kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kelapa Dua, Tigaraksa, Rajeg, Kronjo, Pasar Kemis, Sepatan, Kresek, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Gunung Kaler, Pakuhaji, Sukamulya, Kosambi, Balaraja, dan Pagedangan.
"Untuk titik terdalam itu ada di Kecamatan Rajeg dan Pasar Kemis," ungkap Taufik.
Taufik menuturkan, sekitar 9.000 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda puluhan desa tersebut.
Saat ini, petugas BPBD masih melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terjebak di dalam rumah. Sebanyak 40 perahu karet dikerahkan untuk membantu proses penyelamatan di berbagai titik banjir.
"Tenda pleton sudah kami siapkan, apabila dibutuhkan tenda untuk pengungsian atau dapur umum, dan lain sebagainya," kata dia.
Taufik menyebut, banjir di sejumlah lokasi mulai berangsur surut, meski demikian, BPBD tetap mewaspadai potensi meluasnya banjir karena kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Kalau yang lama surutnya itu apabila sungai meluap. Alhamdulilah, aliran sungai di kita relatif aman, tetapi kita tetap mewaspadai itu," jelasnya.
(dod/ugo)

18 hours ago
6

















































