Arktik Memanas! Lavrov Tuduh NATO Buka Front Baru Melawan Rusia

3 hours ago 4

loading...

Rusia terusik dengan peningkatan aktivitas militer NATO di kawasan Arktik. Foto/Lance. Cpl. Christian Salazar/US Marine Corps

MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kesal dan menuduh NATO membuka front baru melawan Rusia. Tuduhan ini mengacu pada peningkatan aktivitas militer aliansi tersebut di kawasan Arktik.

Lavrov mengatakan aktivitas blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut telah menciptakan atmosfer ketidakpercayaan dan berisiko memicu konfrontasi bersenjata yang berbahaya, bukan hanya dengan Rusia tetapi juga dengan negara-negara lain.

Baca Juga: Anggota Parlemen Rusia Desak Putin Gunakan Bom Nuklir untuk Paksa Ukraina Menyerah

Kekesalan Lavrov disampaikan dalam sebuah artikel yang diterbitkan Arctic.ru pada Senin (31/8/2026).

Aliansi tersebut telah meningkatkan aktivitas militernya di wilayah Far North pada awal tahun ini dengan meluncurkan inisiatif Arctic Sentry. Langkah tersebut disebut sebagai respons terhadap upaya Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok wilayah otonom Denmark, Greenland, dengan alasan wilayah itu diduga menghadapi ancaman dari Rusia dan China.

Baik Moskow maupun Beijing berulang kali membantah tuduhan tersebut. China berpendapat bahwa AS hanya menggunakan klaim tersebut sebagai dalih untuk meningkatkan kekuatan militernya di Arktik. Rusia juga menegaskan akan mempertahankan kepentingannya di kawasan Arktik, meskipun tidak memiliki kepentingan langsung dalam perselisihan mengenai Greenland.

Dalam artikelnya, Lavrov mengatakan Rusia terutama berkepentingan untuk mempertahankan Arktik sebagai kawasan perdamaian dan kerja sama, sembari menuduh NATO mendorong kawasan tersebut menuju militerisasi.

"Persiapan militer intensif sedang berlangsung di dekat perbatasan utara kami. NATO menggelar latihan militer berskala besar yang melibatkan negara-negara di luar kawasan dan memperkenalkan komponen baru dalam sistem komando dan kendalinya," kata Lavrov.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |