Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang

7 hours ago 8

loading...

Rahasia Jetour T1 bikin pesaing ketar-ketir, SUV boxy dengan teknologi canggih. Foto: Jetour Indonesia

JAKARTA - Tampilan tangguh ala mobil penjelajah kini dipadu dengan kepintaran teknologi elektrifikasi, menjawab rasa waswas pengendara akan jarak tempuh.

Pasar SUV Indonesia makin sesak. Yang terbaru: Jetour T1. Resmi meluncur 3 Juni 2026 lalu di Tangerang.

Bentuknya kotak. Gagah. Kekar. Genrenya disebut Urban Adventure SUV. Desain seperti ini memang sedang tren. Laris manis. Jetour tahu betul itu.
Desain T1 ini bahkan sampai diganjar penghargaan bergengsi: Red Dot Design Award 2024.

Tapi sekadar tampang tentu tidak cukup.

Pasar otomotif kita sedang masa transisi. Minat ke mobil listrik sangat tinggi. Tapi kekhawatiran juga tidak kalah tinggi. Khususnya soal jarak tempuh. Apalagi untuk dipakai rute luar kota. Susah cari colokan. Atau, mau ngecas harus ngantri.

Jetour membaca ketakutan itu. Maka, mereka bawa dua senjata sekaligus: bensin murni (ICE) dan hybrid pintar (i-DM).

 Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang

Presiden Direktur PT Jetour Sales Indonesia, Caroline Ling, menyebut ini bagian dari strategi Travel+.

"Kami memadu desain tangguh, teknologi hybrid cerdas, dan kenyamanan premium untuk mendukung berbagai gaya hidup konsumen Indonesia," ujarnya.

Mari kita bedah mesinnya.

Bagi yang masih konvensional, varian ICE murni pakai mesin 1.500 cc TGDI turbo. Tenaganya 170 PS di 5.500 rpm. Torsinya 270 Nm di 2.000-3.500 rpm. Tarikan bawahnya pasti responsif. Cukup galak untuk menyalip atau melibas tanjakan.

 Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang

Lalu ada varian i-DM. Ini yang canggih.

Sistem ini menggabungkan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine dengan transmisi DHT.

Mesin bensinnya saja menghasilkan tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm. Ditambah lagi motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 310 Nm. Efisiensi termalnya tembus 44,5 persen. Sangat tinggi untuk kelasnya.

Baterainya? Pakai jenis LFP. Kapasitasnya 18,4 kWh. Sertifikasinya IP68. Aman. Tahan air dan anti debu.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |