loading...
Amerika Serikat luncurkan serangan baru terhadap Iran setelah 2 tentara Amerika tewas dalam serangan rudal Iran di Yordania. Foto/US Department of War
TEHERAN - Militer Amerika Serikat (AS) mulai melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada Minggu (19/7/2026) dini hari. Serangan ini diklaim untuk "menghukum dengan cepat" Iran karena telah membunuh dua anggota militer Amerika dengan serangan rudal dan drone di Yordania.
“Serangan-serangan ini dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania," tulis Komando Pusat AS (CENTCOM) di X.
Baca Juga: Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Lainnya Hilang
CENTCOM tidak merinci target-target serangan terbaru ini. CENTCOM sebelumnya mengumumkan pada hari Sabtu bahwa dua anggota militer AS tewas dan satu lainnya hilang dalam serangan rudal dan drone kamikaze Iran di Yordania. Ini menandai korban jiwa militer Amerika pertama akibat serangan Iran sejak Maret.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kematian dua anggota militer AS dalam serangan Iran di Yordania pada hari Jumat adalah hal yang sangat menyedihkan.
“Kami sangat menyesalkan hal itu terjadi. Itu adalah pengabdian kepada negara kita,” kata Trump kepada NewsNation. Trump juga mengatakan bahwa AS tidak akan pernah mengizinkan Iran untuk memperoleh senjata nuklir.
Menteri Perang AS Pete Hegseth juga telah bereaksi terhadap kematian dua anggota militer AS di Yordania. “Pengorbanan mereka hanya memperkuat tekad kita,” kata Hegseth dalam sebuah unggahan di X.
Menurut data resmi terbaru yang diterbitkan oleh Sistem Analisis Korban Pertahanan (DCAS) Pentagon, total tentara AS yang tewas dalam perang melawan Iran sejak akhir Februari mencapai 16 personel. Lebih dari 430 personel lainnya terluka.


















































