Tangerang, CNN Indonesia --
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Sabtu (7/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu (8/3) pagi menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah titik.
Ratusan warga bahkan terpaksa mengungsi ke tempat pengungsian lantaran banjir di beberapa titik, terutama di Periuk Damai telah mencapai dua sampai lima meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, banjir tercatat terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Periuk, Cipondoh, Karang Tengah, Jatiuwung, Ciledug, Cibodas, Pinang, Larangan, Karawaci hingga Benda.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi, mulai dari sekitar 40 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Perumahan Villa Mutiara Pluit dan kawasan Danau Situ Bulakan di Kecamatan Periuk, Komplek Ciledug Indah dan Perumahan Duren Villa di Kecamatan Karang Tengah, Kampung Candulan di Kecamatan Cipondoh, serta beberapa perumahan dan jalan lingkungan di wilayah Ciledug, Cibodas, dan Karawaci.
"Di Kecamatan Larangan juga terjadi tanggul jebol di Perumahan Taman Cipulir yang menyebabkan air masuk ke area permukiman warga," kata Mahdiar.
Saat ini petugas masih terus melakukan penanganan di lapangan, mulai dari monitoring wilayah terdampak, koordinasi lintas instansi, penyedotan genangan di fasilitas umum hingga membantu mobilisasi warga di area banjir serta mendirikan posko pengungsi bagi korban banjir.
Ia menjelaskan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), petugas juga melakukan penanganan kisdam di titik jembatan Bendungan Polor, Kali Angke serta di kawasan Periuk Damai RW 08. Selain itu, penanganan juga difokuskan pada normalisasi aliran air dan evakuasi warga terdampak.
Banjir setinggi dua hingga lima meter masih merendam permukiman warga di Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang,
Sejumlah warga masih berdatangan ke lokasi pengungsian salah satunya di Masjid Al Jihad, Minggu malam, karena banjir belum surut dan masih merendam permukiman mereka di Perumahan Periuk Damai.
Ketinggian air bahkan telah menggenangi halaman masjid, sehingga sejumlah barang milik warga yang diselamatkan dari rumah mereka kembali terendam banjir.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 285 kepala keluarga atau sekitar 900 jiwa terpaksa mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian.
Hingga Minggu malam, sejumlah posko pengungsian dipenuhi korban banjir seperti di Masjid Al Irsyad, Kecamatan Karang Tengah, di Rumah Potong Hewan (RPH) dan Mushola Petir di Kecamatan Cipondoh yang menampung sekitar 60 kepala keluarga, Masjid Ma'arif Petir, serta GOR Total Persada dan Masjid Al Jihad di Kecamatan Priuk.(dod)
(dod/rds)

7 hours ago
6

















































