Ambon, CNN Indonesia --
Sejumlah warga Desa Longgar dan Desa Apara, Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku terlibat bentrok pada Jumat (2/1) pagi. Akibat bentrokan itu dua orang dilaporkan tewas dan enam orang mengalami luka-luka.
Dua warga yang dilaporkan tewas masing-masing Antoni Sareman warga Desa Longgar dan Hery Marlisa (40).
Sedangkan enam korban luka yakni tiga warga Desa Longgar, Aleksander Djontar, Abdul Haji Rahantan, dan Laurensia Jerwy serta tiga warga Desa Apara, Remon Onaola, Muharam Difinubun, dan Karel Gwejor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang diterima, peristiwa itu bermula ketika dua warga Desa Longgar bernama Lorensius Jerwy dan Maksimus Kobaun mendatangi rumah Tony Rainuni di Desa Apara untuk membeli minuman keras (miras) jenis sopi pada Kamis (1/1) sekitar pukul 15:36 WIT.
Saat di perbatasan desa Longgar dan Desa Apara, Lorensius Jerwy dan Maksimus Kobaun sempat diadang sepuluh orang pemuda dari Desa Apara. Kala itu, sepuluh pemuda itu hendak menuju Desa Longgar.
Lorensius dan Maksimus kemudian dipukul dan berlarian untuk menyelamatkan diri ke Desa Longgar.
Sekitar pukul 16:27 WIT, korban mengajak sepuluh orang pemuda dari Desa Longgar menuju perbatasan desa guna mencari pelaku pemukulan. Setibanya, di perbatasan desa bentrokan pun pecah, mereka saling serang dengan parang, senapan angin hingga melepaskan busur panah.
Bentrokan yang terjadi itu sempat dilerai oleh seorang pendeta bernama Japy Tenu, namun upaya pelarangan itu tidak membuahkan hasil dan bentrokan pun meluas.
Aksi saling serang pun tak terhindarkan ketika warga dari dua desa terus berdatangan di perbatasan atau tepatnya di lapangan Bola SMA Negeri 8 sekitar pukul 17.00 WIT. Anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas di dua desa tersebut sempat melerai bentrokan.
Kemudian hari ini, Jumat (2/1) sekitar pukul 09:00 WIT, bentrokan pun kembali pecah. Warga Desa Apara kembali melakukan penyerangan terhadap warga Desa Longgar. Akibat bentrokan itu dua orang dilaporkan meninggal dunia dan enam orang mengalami luka-luka.
Bentrok itu pemicunya akibat masalah lahan di wilayah perbatasan antar desa yang diklaim kepemilikan yang sah.
Kapolres Aru AKBP Albert Perwira Sihite membenarkan bentrokan tersebut. Ia bilang sekitar tiga puluh personel Brimob dan anggota Polres sudah dikerahkan ke lokasi bentrok melalui jalur laut pukul 11.00 WIT.
Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel juga sudah turun di dua desa yang terlibat bentrok untuk membicarakan masalah tersebut.
Saat ini, kata Timotius, pihaknya tengah mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dari kedua desa tersebut untuk mengimbau warga aga bisa menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang memecah belah persaudaraan di Maluku.
"Saya meminta warga yang bertikai untuk menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum dan menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang memecah belah persaudaraan,"ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (2/1).
Ia bilang situasi dan kondisi di wilayah perbatasan desa sudah berangsur membaik setelah personel dikerahkan ke lokasi.
(fra/sai/fra)

3 hours ago
2
















































