Wapres Ini Mendadak Mengundurkan Diri, Merasa Tak Diinginkan Presiden

4 hours ago 5

loading...

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi tiba-tiba mengundurkan diri. Dia merasa tak diinginkan Presiden Samia Suluhu Hassan. Foto/Business Insider Africa

DAR ES SALAAM - Wakil Presiden (Wapres) Tanzania Emmanuel Nchimbi tiba-tiba mengundurkan diri meski belum setahun menjabat. Dia merasa yakin bahwa Presiden Samia Suluhu Hassan menginginkan sosok berbeda untuk mendampinginya sebagai wakil presiden.

Nchimbi, yang mulai menjabat pada November 2025, mengajukan pengunduran dirinya kepada Hassan pada Selasa lalu. Dia juga mengumumkan akan pensiun dari politik aktif dan pelayanan publik. Pengunduran dirinya berlaku mulai 4 September mendatang, sebagaimana dilaporkan Business Insider Africa, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: 9 Negara Tanpa Wakil Presiden, Pentingkah Jabatan Wapres?

Presiden Hassan telah menerima pengunduran diri tersebut, menurut juru bicara utama pemerintah Tanzania. Dia mengatakan prosedur konstitusional untuk menunjuk wakil presiden baru akan segera dilakukan.

Pemerintah tidak secara terbuka menjelaskan alasan hengkangnya Nchimbi. Namun, Nchimbi memberikan penjelasan yang tidak biasa mengenai keputusannya.

Dia mengingat kembali komitmennya kepada Hassan pada Agustus 2025 bahwa dirinya akan melayani presiden dan Tanzania dengan setia, tetapi akan mengundurkan diri kapan pun Hassan merasa orang lain seharusnya menduduki posisi wakil presiden.

Nchimbi mengatakan perkembangan terbaru telah meyakinkannya bahwa waktu untuk pergantian tersebut telah tiba.

Pengunduran diri ini secara mendadak mengakhiri masa jabatan yang dimulai setelah Hassan memilih mantan sekretaris jenderal partai berkuasa Chama Cha Mapinduzi (CCM) tersebut sebagai pasangannya dalam pemilihan umum Tanzania 2025.

Nchimbi juga menjadi wakil presiden Tanzania pertama yang secara sukarela mengundurkan diri saat masih menjabat.

Mundur setelah Pidato Sensitif

Hengkangnya Nchimbi terjadi sekitar sebulan setelah dia secara terbuka menyerukan agar rakyat Tanzania terus mendorong pembentukan konstitusi baru. Pernyataan tersebut memicu perdebatan di kalangan elite politik negara itu.

Berbicara dalam acara yang diselenggarakan Tanzania Human Rights Defenders Coalition di Dar es Salaam pada 24 Juli, Nchimbi mengatakan reformasi konstitusi harus tetap menjadi prioritas nasional.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |