Wamendagri Ungkap Ideologi dan Strategi Penting bagi Pemimpin Daerah

7 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyampaikan sejumlah hal yang sebaiknya dimiliki oleh pemimpin di daerah. Salah satunya, ideologi yang kuat, serta strategi yang terarah dalam menjalankan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Bima saat menghadiri kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Kota Medan, Kamis (30/4/2026). Ia mengatakan, pandangan tersebut merupakan refleksi dari pengalaman pribadinya selama memimpin daerah.

Menurutnya, seorang pemimpin perlu memiliki ideologi pembangunan yang jelas, yakni pembangunan yang ramah lingkungan, berkelanjutan, serta inklusif. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga menjaga keberlanjutan di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pemimpin itu harus punya ideologi. Harus punya pemikiran yang paling mendasar tentang nilai yang diyakini. Kalau enggak maka pemimpin itu akan terombang-ambing," kata Bima.

Ideologi itu disebut Bima menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan selama dirinya menjabat sebagai Wali Kota Bogor. Ia mengingatkan, ideologi saja tidak cukup. Nilai tersebut harus diturunkan ke dalam strategi yang konkret agar masyarakat mendapatkan manfaatnya.

"Pemimpin itu kan adalah agen harapan. Kalau harapan itu enggak dipenuhi, selesai pemimpin itu. Karena itu istilah saya adalah mencicil harapan," ujarnya.

Hal lain yang juga penting, lanjut Bima, adalah kemampuan pemimpin mengelola berbagai kepentingan dengan tetap berpegang pada nilai yang diyakini.

"Menjadi pemimpin itu harus punya ambang batas. Sejauh mana kita punya toleransi terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani dan nilai," tutur Bima.

Selanjutnya, adalah membangun dukungan dari berbagai lapisan, mulai dari masyarakat, kelas menengah, hingga jajaran pemerintahan. Menurutnya, keterampilan menjangkau seluruh lapisan tersebut menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program pembangunan.

Lebih lanjut, Bima menekankan bahwa keberhasilan kepemimpinan tidak terlepas dari soliditas tim birokrasi. Ia menyebut pemimpin harus mampu memahami karakter aparatur, serta membangun semangat kerja yang kolektif.

Adapun ketegasan tetap diperlukan dalam situasi tertentu demi menjaga prinsip dan memastikan jalannya pemerintahan secara efektif.

"Poin yang ingin saya sampaikan adalah, bagi seorang pemimpin, ada waktunya untuk menjadi kakak, menjadi adik, menjadi teman. Tapi ada saatnya untuk menjadi bapak yang tegas dan tega. Pemimpin itu sebaik-baik pun tetap harus punya killer instinct. Harus tega demi satu prinsip. Harus berani demi nilai-nilai yang diyakini," pungkas Bima.

Pada kuliah umum tersebut, Bima berharap generasi muda, khususnya mahasiswa, dapat memahami bahwa kepemimpinan adalah tentang nilai, strategi, dan keberanian dalam mengambil keputusan demi kepentingan yang lebih luas.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |