Jakarta, CNN Indonesia --
Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengamuk hingga melontarkan makian kepada pakar hukum tata negara Feri Amsari saat berdebat soal perang Amerika Serikat-Israel dan Iran hingga Palestina.
Peristiwa itu terjadi ketika keduanya menjadi narasumber dalam acara Rakyat Bersatu yang diselenggarakan oleh Inews TV, pada Selasa (10/3) malam.
Abu Janda mulanya menyinggung banyaknya masyarakat Indonesia yang memiliki sentimen anti Amerika tanpa dasar yang jelas. Terlepas dengan situasi konflik yang terjadi, ia menilai ketidaksukaan terhadap Amerika murni kebencian buta semata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, menurut dia, Amerika memiliki peranan besar terhadap kemerdekaan Indonesia. Ia menilai kepergian Netherlands Indies Civil Administration (NICA) dari Indonesia salah satunya karena ada tekanan dari Amerika.
"Amerika tuh punya peran besar sekali pada kemerdekaan kita. Orang tuh ingetnya cuma 17 Agustus aja. Orang lupa pada 1945, Belanda balik. Membonceng pasukan NICA untuk melucuti tentara Jepang," ujarnya.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti kemudian mencoba menanggapi pernyataan Abu Janda soal keterlibatan Amerika dalam Konferensi Meja Bundar pada tahun 1948-1949.
Akan tetapi, belum sempat Ikrar menjelaskan Abu Janda langsung memotong perkataannya dan meminta agar tidak asal dalam berbicara.
"Oh iya ini anda juga baca sejarah dong. Coba baca buku Nationalism and Revolution in Indonesia karya George McTurnan Kahin," ujar Ikrar.
"Di situ dijelaskan mengapa Amerika turun tangan. Karena ketakutan Amerika bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis," imbuhnya.
Ikrar lantas meminta agar Abu Janda untuk tidak serta merta menilai Amerika sebagai negara yang baik terhadap semua yang mereka lakukan.
Kendati demikian, Abu Janda lagi-lagi memotong ucapan Ikrar. Ia bahkan sempat mengeluarkan ucapan kasar hingga diperingati oleh Aiman selaku moderator.
"Jangan bawa-bawa perasan pak, lu (Ikrar) enggak suka Amerika, bang Feri (Feri Amsari) tidak suka sama Trump, lu enggak suka sama Israel, itu perasaan lo semua, gue enggak ada urusan sama perasaan lu anjing," teriak Abu Janda.
Setelahnya, giliran Abu Janda berdebat keras dengan Feri Amsari yang menyoroti keputusan bergabungnya Presiden Prabowo Subianto dengan Board of Peace (BOP) bentukan Donald Trump.
Menurut Feri Amsari hal tersebut tidak etis, mengingat dalam BOP turut bergabung Israel. Padahal, kata dia, Israel telah melakukan kejahatan perang di Palestina, termasuk serangan terhadap warga sipil dan anak-anak.
Feri kemudian mengingatkan jasa Palestina terhadap Indonesia sebagai salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 1945.
Ia juga menyinggung peranan bangsawan Palestina Muhammad Ali Taher yang menyumbangkan seluruh uangnya di Bank Arabia untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.
"Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim belum tentu juga kita merdeka," ujar Feri
"Jadi kalau main hutang-hutangan sejarah, sebenarnya kita punya hutang besar terhadap bangsa Palestina," imbuhnya.
Mendengar pernyataan tersebut, Abu Janda langsung mengamuk. Ia menilai pernyataan Feri adalah hoaks dan Indonesia tidak pernah mempunyai hutang budi apapun terhadap Palestina.
"Utang apaan bangsa kita kemerdekaan Palestina, utang apaan bang? Jangan ngaco," teriak Abu Janda.
"Gue kasih tau ya, biar lo tau. Ada hoax yang bilang katanya, Palestina negara pertama yang ngakui kemerdekaan Indonesia itu hoax," sambungnya.
(tfq/dal)

6 hours ago
6
















































