Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui

11 hours ago 7

loading...

Varian baru COVID-19 yang dijuluki Cicada tengah menjadi perhatian otoritas kesehatan global.. Foto/NBS.

JAKARTA - Varian baru COVID-19 yang dijuluki “Cicada” tengah menjadi perhatian otoritas kesehatan global. Varian dengan kode BA.3.2 tersebut saat ini dipantau oleh World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) karena penyebarannya yang mulai terdeteksi di berbagai negara.

Meski namanya identik dengan serangga yang bersuara keras, istilah “Cicada” kini justru merujuk pada varian baru virus SARS-CoV-2 yang termasuk dalam keluarga Omicron. Para peneliti menemukan bahwa varian ini memiliki tingkat mutasi yang cukup tinggi sehingga memunculkan perhatian dari komunitas medis internasional.

Baca juga: Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files

Varian BA.3.2 pertama kali teridentifikasi pada November 2024. Sejak saat itu, virus ini dilaporkan telah menyebar ke setidaknya 23 negara di dunia. Di Amerika Serikat sendiri, varian tersebut telah terdeteksi di 25 negara bagian hingga Februari 2026, menurut data CDC.

Meski demikian, para ahli menyebutkan bahwa BA.3.2 hingga saat ini belum menjadi varian dominan dalam penyebaran COVID-19. Profesor penyakit menular dari Vanderbilt University, William Schaffner, mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan apakah varian ini akan menjadi varian utama di masa mendatang.

“Kita masih harus menunggu dan melihat apakah varian ini akan berada di garis depan penyebaran COVID-19,” ujarnya, dikutip dari CBS news, Kamis (2/4/2026)

Memiliki Puluhan Mutasi

BA.3.2 diketahui merupakan bagian dari keluarga Omicron dengan tingkat mutasi yang tinggi. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal The Lancet menyebutkan varian ini memiliki sekitar 70 hingga 75 mutasi.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |