Sekdis Perhubungan Sukabumi Ditangkap Polisi Usai Cabuli 3 Siswi PKL

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Aparat dari Polres Sukabumi, Jawa Barat, menangkap Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) usia diduga melakukan aksi kekerasan seksual atau pencabulan terhadap tiga siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Aksi dugaan pelecehan seksual tersebut mencakup kekerasan fisik hingga pelecehan nonfisik melalui ucapan tidak senonoh.

Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto mengungkapkan, perkara ini terungkap setelah pihak sekolah tempat korban menimba ilmu resmi melayangkan laporan ke kepolisian. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan intensif, penyidik menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup sebelum menetapkan pejabat eselon III/a itu sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adapun modus dari kejadian ini berawal dari bahwa si tersangka ini mengajak kepada korbannya, ada tiga korban siswi yang notabene sedang melakukan kegiatan PKL di salah satu instansi tempat tersangka bekerja," ujar Agus didampingi Kasat Reskrim Iptu Dudi Suharyana, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Sukabumi, Jumat (18/9) dikutip dari detikJabar.

Agus menjelaskan, para korban awalnya diajak beraktivitas bersama di ruang kerja tersangka. Namun, situasi tersebut justru dimanfaatkan TIP untuk melancarkan perbuatan cabul kepada siswi yang berada di bawah pengaruh posisinya sebagai pejabat dinas.

"Di situlah terjadi adanya tindak pidana pelecehan, baik fisik maupun nonfisik terhadap korban. Modusnya, si tersangka menduduki (tindih) di atas korban dengan meraba-raba bagian tubuh korban," beber Agus.

Tak hanya tindakan fisik, tersangka juga melontarkan kalimat-kalimat vulgar yang membuat korban merasa tertekan dan terintimidasi secara psikis.

"Secara nonfisiknya, tersangka menyampaikan kata-kata yang tidak senonoh yang dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual nonfisik, dengan mengajak-ajak terhadap korbannya," tegasnya.

Sulap ruang kerja jadi tempat karaoke

Bukan cuma itu, dalam pengusutan kasus dugaan pelecehan itu, polisi juga mengungkap ternyata TIP menyulap ruang kerjanya jadi tempat karaoke. Aksi pencabulan terhadap tiga siswi magang tersebut ternyata dilakukan di dalam ruang kerja dinas tersangka dengan dalih berkaraoke bersama.

Dalam konferensi pers, dikutip dari detikJabar, di atas meja rilis Satreskrim, polisi turut memamerkan seperangkat alat audio yang disita dari ruang kerja sang pejabat.

Terlihat satu unit boks pengeras suara (speaker) berukuran cukup besar dan sebuah perangkat audio mixer lengkap dengan jajaran tombol pengatur suara, bersanding dengan kantong-kantong barang bukti pakaian yang diamankan penyidik.

Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto menjelaskan, ruang kerja yang semestinya menjadi sentra administrasi pelayanan kedinasan justru disalahgunakan tersangka untuk mengumpulkan siswi magang dan bernyanyi bersama.

"Si tersangka ini mengajak kepada korbannya, ada tiga korban siswi yang notabene sedang melakukan kegiatan PKL di salah satu instansi tempat tersangka ini bekerja. Kemudian diajak melakukan kegiatan karaoke di ruang kerjanya tersangka," kata Agus.

Alih-alih sekadar bernyanyi, momen berkaraoke di dalam ruangan tertutup tersebut menjadi siasat tersangka untuk melancarkan aksi cabulnya kepada siswi yang berada di bawah pengaruh kewenangannya.

"Dalam kegiatan karaoke tersebut, di situlah terjadi adanya tindak pidana pelecehan, baik fisik maupun nonfisik terhadap korban," jelasnya.

Agus membeberkan, perbuatan fisik dilakukan tersangka dengan menduduki korban dan meraba tubuhnya. Selain itu, tersangka juga melontarkan kalimat-kalimat vulgar yang mengarah pada pelecehan nonfisik.

Penyidik Satreskrim Polres Sukabumi kini telah menahan TIP di sel tahanan mapolres. Atas penyalahgunaan fasilitas dan pengaruh jabatannya, oknum pejabat eselon III/a itu dijerat Pasal 6 huruf c dan/atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), dengan ancaman pidana berat karena menyalahgunakan kedudukan dan kewenangan terhadap anak.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |