Rusia Jadi Penyelamat saat AS Blokade Total Hormuz, Sinyal Perang Ekonomi Baru?

9 hours ago 3

loading...

Saat AS memblokade total Selat Hormuz, ada Rusia yang muncul dengan tawaran provokatif yang bisa mengubah peta ekonomi global. Foto/Dok

JAKARTA - Krisis Selat Hormuz memasuki babak baru, ketika Amerika Serikat (AS) mengerahkan kekuatan militer untuk mencekik ekspor minyak Iran. Saat AS memblokade total Selat Hormuz, ada Rusia yang muncul dengan tawaran provokatif yang bisa mengubah peta ekonomi global.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menegaskan, bahwa Moskow siap menggantikan setiap tetes minyak Iran yang hilang akibat blokade AS untuk dikirim ke China dan negara-negara mitra lainnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya terang-terangan Rusia untuk menggagalkan petualangan agresif Washington di Timur Tengah.

Blokade Hormuz: Upaya AS Menyandera Pasar Energi

Ketegangan memuncak setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade total di Selat Hormuz yang menjadi jalur nadi bagi 20% pasokan minyak dunia. Langkah drastis ini diambil setelah negosiasi damai yang dimediasi Pakistan menemui jalan buntu.

Baca Juga: AS Blokade Total Selat Hormuz, Perdagangan Iran via Laut Diklaim Lumpuh 36 Jam

Pihak Gedung Putih, melalui Sekretaris Tresuri Scott Bessent secara terbuka memperingatkan, China bahwa mereka tidak akan bisa lagi mendapatkan minyak dari Iran. "China tidak akan bisa mendapatkan minyak mereka... tidak ada lagi minyak Iran," tegas Bessent.

Washington bahkan menuding China sebagai "mitra global yang tidak andal" karena melakukan penimbunan stok energi selama konflik berlangsung.

Rusia Muncul Sebagai Penyelamat Kebutuhan Energi

Berbicara di hadapan wartawan dalam kunjungan resminya ke Beijing, Rabu (15/4/2026), Lavrov melancarkan kritik tajam kepada AS dan Israel. Ia menuduh Washington sengaja menargetkan Iran untuk menguasai dan membentuk ulang pasar minyak dunia sesuai kepentingan mereka.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |