Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.744

4 hours ago 5

loading...

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (1/9/2026). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa, tertekan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penguatan dolar AS. Rupiah turun 22 poin atau 0,12% menjadi Rp17.744 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.722 per dolar AS.

“Upaya para mediator, termasuk Qatar dan Oman, untuk menengahi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global sebelum perang pecah pada akhir Februari, sejauh ini belum membuahkan hasil yang berarti,” kata Analis Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Sah! Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Periode 2026-2031, Aida dan Solikin Jabat Deputi

Ibrahim mengatakan ketegangan Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran menyusul aksi saling serang kedua negara. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan konflik serta gangguan terhadap pasokan energi global.

Iran menutup Selat Hormuz setelah AS dan Israel menyerang negara tersebut pada 28 Februari. Risiko terhadap aktivitas pelayaran masih terlihat setelah United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal tanker terkena tiga proyektil saat berlayar keluar dari Selat Hormuz, meski tidak terdapat laporan korban jiwa maupun dampak lingkungan.

Dari Amerika Serikat, pasar juga mencermati pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole yang dinilai bernada hawkish. Pernyataan tersebut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor pendek, sementara pasar meningkatkan spekulasi terhadap kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga The Fed pada September.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |