Rumor Xi Jinping Kena Stroke Membuncah di Media Sosial, China Bungkam

3 hours ago 2

loading...

Rumor yang sebut Presiden XI Jinping mengalami stroke ringan selama KTT BRICS di India telah membuncah di media sosial, namun pemerintah China pilih bungkam. Foto/Sputnik/Aleksey Nikolskyi

BEIJING - Spekulasi mengenai kondisi kesehatan Presiden China Xi Jinping beredar luas setelah muncul rumor yang menyebut dirinya mengalami stroke dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi yang digelar di India. Rumor yang kini membuncah di media sosial itu salah satunya diembuskan Wanjun Xie, seorang aktivis yang berbasis di Amerika Serikat sekaligus eksil politik asal China.

Xi Jinping menghadiri KTT BRICS tahunan terbaru di New Delhi pada akhir pekan lalu. Dia bergabung dengan para pejabat dari negara-negara anggota aliansi yang dibentuk untuk meningkatkan kerja sama politik dan ekonomi di antara negara-negara Global South atau negara-negara Selatan Global.

Baca Juga: Xi Jinping Puji Tindakan Keras Protes Tiananmen 1989 saat Peringatan Jiang Zemin

Setelah KTT tersebut, yang juga dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin, Wanjun Xie mengunggah ulang sebuah informasi di X yang disebutnya sebagai “rumor” yang menyatakan; "Xi pingsan dalam KTT BRICS yang diselenggarakan India”, sehingga mengakhiri kunjungannya lebih awal dari rencana dan kembali ke China dengan pesawat khusus.

Rumor tersebut muncul setelah kantor Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan bahwa sang presiden mengalami “gangguan kesehatan” setelah kembali dari KTT.

New Delhi membantah adanya pemimpin dunia yang jatuh sakit selama konferensi tersebut. Kementerian Luar Negeri India melalui akun X memperingatkan masyarakat agar mewaspadai klaim “berbahaya” yang menyebar luas di media sosial.

Mengutip laporan Newsweek, Jumat (18/9/2026), Kedutaan Besar China di Washington, D.C., belum bersedia berkomentar. Wanjun Xie, yang ikut menyebarkan rumor, juga belum berkomentar lebih lanjut.

KTT BRICS 2026 menandai kelanjutan perkembangan aliansi tersebut dalam upayanya menjadi penyeimbang geopolitik terhadap pengaruh global Washington dan negara-negara Barat, di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu ekonomi tradisionalnya.

China biasanya memainkan peran penting dalam KTT tersebut dan memanfaatkannya untuk menyampaikan visi yang lebih luas mengenai tatanan global yang tidak berada di bawah kendali Amerika Serikat.

Menurut Xie—merupakan ketua Partai Demokrat China yang saat ini dilarang beroperasi di negara China—, Xi mengalami “transient ischemic attack (TIA)” atau “stroke ringan” selama KTT dan terpaksa meninggalkan India lebih awal.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |