Respons Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Polemik Cerdas Cermat MPR

7 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra atau Ocha menjadi sorotan usai polemik penjurian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI.

Ocha berterima kasih atas dukungan masyarakat setelah perdebatan dengan juri terkait jawabannya viral di media sosial. Ocha mengatakan dukungan itu memotivasinya untuk lebih semangat dan berkembang.

"Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya," ujar Ocha ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ocha berada di Jakarta setelah memenuhi undangan dari Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy.

Ocha mengaku kaget video cerdas cermatnya viral. Dia tidak menyangka atensi yang diberikan masyarakat kepadanya sangat besar.

"Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Rifqinizamy Karsayuda juga mengapresiasi kemampuan para peserta LCC MPR dari SMAN 1 Pontianak. Sebagai alumni dari SMA tersebut, Rifqi juga menekankan para peserta yang masih remaja tersebut harus dilindungi secara psikologis.

"Saya kira saya terkejut melihat kemampuan komunikasi adik-adik saya. Ini kan kalau saya dulu berarti kelas 1, kelas 2 SMA. Waktu itu saya memimpin OSIS di SMA ini nggak sebagus ini kemampuan komunikasi saya," ujar Rifqi.

"Yang tidak kalah penting kita juga harus sadar mereka adalah remaja yang secara psikologi harus kita proteksi," sambungnya.

Dalam video yang beredar dilihat Senin (11/5), juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Dalam lomba itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.

Namun, jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes lantaran merasa jawaban mereka sama. Namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

MPR juga telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada acara cerdas cermat itu. MPR akan mengevaluasi kegiatan tersebut secara menyeluruh.

"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini," demikian keterangan MPR dalam akun Instagram resminya, Selasa (12/5).

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |