Raja Juli Umumkan Bromo Kembali Dibuka 20 Agustus

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap rencana pembukaan kembali kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 20 Agustus mendatang.

Hal itu disampaikan Raja Juli usai memastikan sejumlah titik api di kawasan tersebut sepenuhnya telah padam.

"Pada hari ini secara resmi saya atas nama Menteri Kehutanan RI mengumumkan bahwa pembukaan kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sejak tanggal 20 Agustus yang akan datang," kata Raja Juli dalam rapat di Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (18/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raja Juli mengungkap jumlah luas lahan yang terdampak karhutla di sejumlah wilayah mencapai 1.120 hektare. Namun, setelah 13 hari kebakaran, titik api semuanya telah padam.

"Kebakaran yang terjadi selama 13 hari, alhamdulillah akhirnya dapat dipadamkan berkat kerja sama berbagai macam kementerian dan lembaga beserta pemerintah daerah," katanya.

Sekjen PSI itu meminta masyarakat ikut terlibat menjaga dan memelihara kawasan Bromo usai kembali resmi dibuka. Dia ingin agar kasus kebakaran serupa tak kembali terjadi.

Dia menyebut kebakaran di kawasan tersebut, yang berlangsung selama dua pekan, telah menguras tenaga dan anggaran.

"Oleh karena itu, jaga benar, jangan sampai memakai api unggun yang kemudian membakar, puntung rokok, apapun yang kemudian justru akan membuat nanti kebakaran kembali di Bromo Tengger Semeru tersebut," ucap Raja Juli.

Karhutla di Sejumlah Wilayah

Dalam rapat antara Komisi IV DPR dengan Menhut Raja Juli Antoni membahas kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi PDIP, Alex Indra Lukman mengatakan rapat meminta penjelasan pemerintah, khususnya Kemenhut dalam penanganan kasus tersebut.

"Dalam rapat hari ini, Komisi IV DPR RI meminta penjelasan komprehensif dari kementerian kehutanan ttg penanganan kebakaran hutan dan lahan agar tidak meluas," kata Alex membuka rapat.

Dia meminta pemerintah mengambil langkah cepat agar tak kalah dari sebaran api di titik lokasi kebakaran. Menurut dia, pencegahan harus menjadi prioritas sebelum api membesar.

"Pemerintah tidak boleh kalah cepat dari titik api, pencegahan harus diutamakan daripada sekadar penanggulangan saat api sudah membesar," kata Alex.

(thr/har)

placeholder

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |