loading...
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mewakili Indonesia dalam ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Auckland, Selandia Baru. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mewakili Indonesia dalam ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Auckland, Selandia Baru, dengan membagikan pengalaman restorasi terumbu karang yang telah dijalankan selama 15 tahun di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Keikutsertaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis melalui program konservasi berbasis sains, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
"Dua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam restorasi terumbu karang," kata perwakilan delegasi Pupuk Kaltim, Astri Agustina, dalam keterangan pers, Minggu (2/6/2026).
Baca Juga: FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Dalam forum ilmiah yang diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara tersebut, Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia. Perseroan mempresentasikan dua karya ilmiah, yakni presentasi oral bertajuk Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration dan poster ilmiah Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance, yang menyoroti model rehabilitasi terumbu karang berbasis kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Astri menjelaskan program rehabilitasi terumbu karang dimulai pada 2011 sebagai respons atas kerusakan lebih dari 50% ekosistem terumbu karang di perairan Bontang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Pupuk Kaltim kemudian mengembangkan kawasan rehabilitasi di Tebok Batang melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pemantauan kondisi ekologi dan sosial secara berkelanjutan.
Menurut dia, rehabilitasi dilakukan menggunakan tiga jenis modul terumbu buatan, yakni Pyramid, Cube, dan Dome, yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan karang dan meningkatkan keanekaragaman hayati. Hingga 2025, Pupuk Kaltim telah mengonservasi kawasan seluas 2,23 hektare dari total izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) seluas 10 hektare. Program tersebut juga mencatat peningkatan populasi menjadi 57 famili ikan karang dan 69 genus karang.
Baca Juga: Dukung Keberlanjutan Pesisir, Sinergi BUMN Jalankan Konservasi Terumbu Karang di Lampung Selatan


















































