Puncak Doa Ramlah Menuju Makkah Terkabul di Usia 101 Tahun

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Di usianya yang telah menginjak 101 tahun, Ramlah Sali binti Sali duduk tenang di tepi ranjang penginapan jemaah. Balutan pakaian putih menutup tubuh renta perempuan asal Aceh Tamiang yang terdaftar sebagai calon jemaah haji Kloter 4 Aceh dari Langsa itu.

Keriput di wajahnya merekam usia panjang, tetapi sorot matanya menyimpan sesuatu yang tak lapuk dimakan waktu. Pendengarannya juga masih tajam, tutur katanya jelas terdengar.

Bagi Ramlah, perjalanan ke Tanah Suci untuk pertama kalinya bukan sekadar keberangkatan fisik menuju Makkah. Ini adalah puncak dari penantian, doa, dan kesabaran yang ia simpan bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kabar panggilan haji datang, Ramlah tak banyak bertanya. Ia hanya menegaskan satu hal ke anak-anaknya.

"Tidak usah diganti. Saya tetap pergi, bagaimanapun kondisi saya," kata Ramlah saat ditemui di Asrama Haji Kelas 1 Aceh, Jumat (8/5).

Kalimat itu sederhana, tetapi menjadi penanda betapa kuat tekad perempuan yang telah melahirkan 13 anak tersebut. Di usia ketika banyak orang memilih beristirahat penuh, Ramlah justru bersiap menempuh perjalanan spiritual terbesar dalam hidupnya.

Sehari-hari di kampung, Ramlah bukan sosok yang sepenuhnya bergantung. Ia masih memasak, menyapu, dan berjalan pelan-pelan. Aktivitas sederhana itu ia jalani seperti biasa, tanpa banyak keluhan.

"Masih bisa jalan sedikit-sedikit. Di kampung ya masak, nyapu-nyapu biasa," tuturnya.

Bagi Ramlah rahasia usia panjang hanya soal menjaga pola makanan dan menjalani hidup tanpa berlebihan. Bahkan Ramlah punya pantangan sendiri soal makanan, yaitu tidak bisa makan bayam dan kangkung.

"Kalau makan saya enggak makan kangkung, bayam enggak makan," katanya.

Ramlah percaya kekuatan terbesar ada pada doa. Di balik usianya yang telah melewati satu abad, ia menyimpan permohonan yang terus diulang kepada Tuhan yaitu diberi kesehatan dan keselamatan agar bisa menuntaskan ibadah.

"Minta ke Allah, ya Tuhan janganlah aku di apa-apakan, sehat-sehatkan aku," katanya.

Banner Microsite Haji 2026

Perjalanan Ramlah menuju daftar tunggu haji juga bukan kisah tentang kemewahan. Ongkos hajinya dikumpulkan dari tabungan sedikit demi sedikit, dibantu anak-anaknya dari uang yang ia sisihkan perlahan.

"Uangnya ditabung, dikasih sama anak. Nabung dikit-dikit. Cukup baru daftar," katanya.

Bahkan saat mengikuti manasik, Ramlah tetap berangkat diantar anaknya naik sepeda motor ke lokasi. Kini Ramlah bersiap untuk menuju tanah suci untuk pertama kalinya yang akan berangkat pada Sabtu (9/5) dini hari nanti lewat Bandara Sultan Iskandar Muda.

Di tengah kebahagiaannya, Ramlah tak menawarkan petuah muluk. Nasihatnya pun sederhana.

"Berdoa saja, semoga bisa tercapai. Udah sembahyang, udah baik semua," ucapnya.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal memastikan pihaknya akan tetap memberikan fasilitas terbaik untuk melayani Ramlah yang berangkat ke Tanah Suci.

"Kita memastikan fasilitas dan layanan jemaah ini (Ramlah Sali Bin Sali) telah mendapat seluruh layanan proses pemeriksaan kesehatan, menerima gelang, dokumen paspor, living cost Baitul asyi dan kartu Nusuk," ucapnya. 

(dra/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |