Prabowo Terbang Lagi ke Jombang untuk Penutupan Muktamar NU

7 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto kembali bertolak menuju Kabupaten Jombang, Jawa Timur untuk menghadiri Penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada Senin (31/8).

Prabowo beserta rombongan terbatas diagendakan tiba di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, sekitar Pukul 09.30 WIB.

Setelahnya, Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turut mendampingi Prabowo dalam perjalanan menuju Jawa Timur yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo sebelumnya telah hadir membuka Muktamar NU yang digelar pada Jumat (27/8) lalu.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan NU merupakan institusi bersejarah yang memiliki jasa besar dalam perjuangan kemerdekaan banga.

"Ini kehormatan besar bagi saya, Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah yang sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik indonesia," ucap Prabowo.

Prabowo bahkan mengaku takkan pernah menjadi Presiden RI jika tanpa dukungan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Ia pun menyatakan, sebagai Presiden RI, pikirannya senantiasa berupaya untuk terus memperkuat dan memberdayakan Nahdalatul Ulama ke depan.

Ia juga menyebut jika bangsa Indonesia mau maju, maka pemerintahnya pun harus senantiasa dekat dengan NU dan Muhammadiyah.

"Kalau saya sebagai Presiden, ya, mandataris rakyat, ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat," kata Prabowo.

Muktamar NU kali ini telah resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme AHWA setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih dan meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli empat kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.

Rapat AHWA dilakukan secara tertutup di Ndalem Kasepuhan pada pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB. Berita acara penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum telah ditandatangani sembilan kiai anggota AHWA, yakni KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj, dan KH Abun Bunyamin.

Sebelumnya, lima nama yang mendapat dukungan terbanyak dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara, KH Zulfa Mustofa 262 suara, KH Abdussalam Sochib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin 155 suara.

Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958. Ia merupakan cicit pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Ia adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020.

(frd/mnf/gil)

placeholder

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |