Jakarta, CNN Indonesia --
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pembongkaran tiang monorel yang berada di Jalan HR Rasuna Said.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan anggaran tersebut tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel tetapi juga penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sisi timur.
"Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya," ujar Heru kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Totalnya semua sekitar Rp100 (miliar)," tambahnya.
Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026.
Heru menjelaskan penataan akan berfokus di Jalan Rasuna Said sisi timur yang selama ini terkendala karena adanya tiang monorel.
Setelah tiang monorel dibongkar, Pemprov DKI berencana langsung melakukan penataan ulang pada trotoar dan jalan. Tata jalan tersebut akan disamakan dengan Rasuna Said sisi barat.
"Makanya kan kita rapikan jalannya, yang Jalan Rasuna Said sisi timur, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata," ujar Heru.
Adapun, nantinya pemisahan jalur cepat dan jalur lambat di Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan dihilangkan.
"Jalan yang ada monorel itu kita hilangkan, jadi jalan. Jalur lambat yang tadinya ada dua tinggal satu. Jadi kita akan tata jalannya sama seperti Rasuna Said sisi barat, di mana ada satu jalur Busway, tiga jalur reguler. Nah sisi timur akan kita buat sama seperti itu," kata dia.
Sementara itu terkait dengan status aset, Heru mengatakan untuk tiang dan bangunan ialah aset PT Adhi Karya sedangkan tanahnya ialah aset Pemprov DKI Jakarta.
"Kalau tiangnya kita bongkar, kita kembalikan ke Adhi Karya tiangnya," katanya.
Pembongkaran tiang monorel mangkrak tersebut rencananya akan dilakukan Rabu (14/1) pekan depan.
Heru mengatakan ada 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said yang akan dibongkar bertahap.
Ia memastikan tidak ada penutupan jalan selama proses pembongkaran berlangsung karena pembongkaran tersebut hanya akan memanfaatkan jalur lambat.
"Agak terganggu sedikit ya karena kita pakai jalur lambat, tapi jalur cepat kita buka semua full, enggak ada masalah," ujar dia.
Proses pembongkaran tiang monorel akan dilaksanakan pada malam hari guna menghindari kepadatan lalu lintas.
"Kalau pembongkaran kita upayakan malam hari supaya tidak mengganggu," tuturnya.
(nat/isn)

1 day ago
6

















































