Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi penempatan baru para pedagang di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (1/9).
Pada 24-31 Agustus lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah melakukan penataan ratusan pedagang dalam upaya mengembalikan fungsi fasilitas umum, serta menciptakan ruang usaha yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Pada kunjungan tersebut, Pramono memastikan bahwa proses penataan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini, Pemerintah DKI Jakarta secara sungguh-sungguh ingin menata kawasan pedagang yang ada di Kramat Jati ini. Total ada 614 pedagang yang sudah disiapkan lokasi penempatannya, yaitu 331 pedagang di Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 pedagang ikan di Lokbin (lokasi binaan) Kramat Jati, 45 pedagang kue di Lokbin Cililitan, serta 45 pedagang di pasar-pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Jaya," tutur Pramono.
Pramono mengakui, penataan Kramat Jati bukan pekerjaan mudah. Terlebih, aktivitas perdagangan di kawasan ini telah berlangsung sejak awal 1970-an atau lebih dari 50 tahun.
"Pembenahan ini terus terang tidak gampang karena sudah berlangsung puluhan tahun sejak awal tahun 1970-an. Tetapi untuk menciptakan ketertiban di Jakarta, penataan di Kramat Jati ini mutlak dilakukan," katanya.
Menurutnya, proses penataan berjalan dengan baik karena adanya dukungan pedagang, tokoh masyarakat, dan pengurus paguyuban.
Dalam hal ini, pemerintah memilih pendekatan dialogis. Pasalnya, penataan ini bukan hanya sial memindahkan pedagang, tetapi juga memberi ruang bagi mereka untuk tetap menjalankan usaha.
6 Bulan Bebas Retribusi Pasar
Untuk membantu adaptasi pedagang, Pemprov DKI memberikan pembebasan retribusi pasar selama enam bulan. Besaran nilainya Rp180.000 per bulanm atau Rp6.000 per hari bagi seluruh pedagang yang direlokasi.
Pemerintah juga memperbaiki sejumlah fasilitas pendukung di lokasi binaan. Perbaikan antara lain menyasar saluran air dan sirkulasi udara dengan penambahan kipas angin agar lingkungan berdagang lebih nyaman dan higienis.
Selain penataan fisik, Pemprov DKI menyiapkan skema pemberdayaan ekonomi agar usaha pedagang tetap berjalan. Salah satu gagasan yang sedang dibahas adalah pembentukan koperasi pedagang untuk memperkuat rantai pasok, termasuk menyuplai ikan segar dengan harga terjangkau ke rumah sakit yang dikelola Pemprov DKI Jakarta.
"Kami telah berdiskusi bersama Wali Kota Jakarta Timur dan Kepala Dinas PPKUKM mengenai gagasan pembentukan koperasi bagi para pedagang," tambah Pramono.
Ia juga meminta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) memperluas publikasi mengenai lokasi binaan, sehingga pedagang tak kesulitan mendapatkan kembali pelanggan setelah berpindah tempat.
Gubernur menegaskan, penataan dilakukan dengan pendekatan humanis, tetapi tetap memiliki batas yang jelas.
"Prinsip utama kami adalah mengedepankan pendekatan yang humanis dengan menyediakan tempat relokasi yang layak. Namun, jika di kemudian hari masih ada yang kembali berjualan di badan jalan, penertiban dan sanksi tegas akan tetap diberlakukan," katanya.
Langkah lainnya, adalah kesiapan lokasi penyangga untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sementara di lokasi utama. Lahan tambahan tersebut berada tidak jauh dari kawasan Kramat Jati dan ditargetkan siap dalam tiga pekan.
Menurut Pramono, lokasi tambahan telah dikoordinasikan dengan perwakilan pedagang.
"Kami optimistis dalam waktu tiga minggu ke depan tempat penampungan tambahan tersebut siap digunakan sehingga seluruh pedagang tertampung secara sempurna," katanya.
Sementara itu, Koordinator Pedagang Subuh Kramat Jati, Muhtarom, menyatakan menyambut baik penataan yang dilakukan melalui dialog dengan pedagang. Ia membenarkan bahwa para pedagang telah diimbau untuk menggunakan lokasi binaan yang disediakan pemerintah.
"Kami telah mengimbau seluruh pedagang pasar subuh untuk masuk dan memanfaatkan fasilitas lokasi binaan yang telah disediakan oleh pemerintah daerah," ujar Muhtarom.
Secara khusus, Muhtarom juga mengapresiasi perhatian Pemprov DKI, dan berharap komunikasi antara pemerintah dan pedagang dapat terjalin baik selama masa transisi.
"Kami berterima kasih atas kebijakan dan perhatian Bapak Gubernur, serta kami berkomitmen menjaga ketertiban bersama selama proses penyiapan sarana tambahan berlangsung," pungkas Muhtarom.
(rea/rir)

3 hours ago
3
















































