Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kota (Pemkot) Medan mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk meminta penjelasan, serta memastikan penanganan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan pada Rabu (15/7).
Langkah ini dijalankan atas instruksi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas guna mengawal persoalan distribusi BBM sampai kembali normal. Pemkot Medan pun menerima penjelasan Pertamina, bahwa persoalan murni merupakan kendala teknis distribusi, bukan karena kekurangan pasokan BBM.
Di hadapan pihak Pertamina, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan Citra Effendi Capah menjelaskan bahwa kedatangan Pemkot Medan merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang telah dilakukan pada 8 Juli lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertemuan yang juga menghadirkan Polda Sumut, serta Hiswana Migas dan Ditjen Migas, Pertamina menyebut distribusi BBM ke SPBU terganggu karena pergantian sejumlah sopir mobil tangki.
Saat itu, Pertamina menyampaikan perkiraan kondisi akan kembali normal pada Jumat (10/7/). Namun per hari ini, antrean kendaraan semakin panjang dan sejumlah SPBU dilaporkan sempat kehabisan pasokan, baik BBM subsidi maupun nonsubsidi.
"Karena itu kami datang untuk meminta kejelasan. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Apakah kendala yang dihadapi masih sama seperti yang disampaikan sebelumnya atau ada persoalan lain yang menyebabkan distribusi BBM belum kembali normal," kata Citra.
Menurut Citra, Pemkot Medan juga siap menyediakan dukungan agar persoalan distribusi segera teratasi. Di lapangan, Pemkot Medan mengerahkan personel Dinas Perhubungan dan Satpol PP ke sejumlah SPBU untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan antrean kendaraan agar tetap tertib.
"Kami atas instruksi Pak Wali Kota terus mengawal persoalan antrean BBM ini. Kami juga menawarkan kepada Pertamina, apabila ada hal-hal yang perlu dibantu, Pemkot Medan siap membantu," ujarnya.
Pemko Medan berharap upaya percepatan distribusi yang dilakukan Pertamina dapat membuahkan hasil sehingga pelayanan di seluruh SPBU kembali normal.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto mengapresiasi atensi Pemkot Medan yang datang langsung untuk berkoordinasi terkait distribusi BBM.
Ia menegaskan, stok BBM di Medan aman, dan bisa memenuhi kebutuhan. Saat ini, Pertamina diakui sedang menjalankan pembenahan internal, khususnya pada sistem penyaluran BBM menggunakan armada mobil tangki. Pembenahan dilakukan secara paralel dengan upaya menjaga kelancaran distribusi ke seluruh SPBU.
Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina telah menambah armada mobil tangki, mendatangkan sopir dari pihak eksternal, serta menambah jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Medan.
"Kami berharap langkah-langkah tersebut secara bertahap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi lagi antrean panjang yang mengganggu kondusivitas di Kota Medan," ujar Tito.
Ia menambahkan, Pertamina berupaya semaksimal mungkin agar penyaluran dan distribusi BBM ke seluruh SPBU dapat segera normal.
"Kami terus berupaya agar proses normalisasi bisa berlangsung secepat mungkin," pungkas Tito.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
9

















































