Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus memperkuat langkah strategis dalam penanganan banjir lewat kolaborasi internasional. Salah satunya, melalui rapat bersama Nihon Suido Consultants guna membahas implementasi kerja sama lanjutan dari Letter of Intent (LoI) yang disepakati pada November 2025.
Dipimpin oleh Wali Kota Munafri Arifuddin, pertemuan yang digelar pada Selasa (9/6) di Balai Kota Makassar itu menjadi tahap awal pelaksanaan proyek teknologi proyek Smart JAMP dari Jepang, yakni sistem pemantauan banjir yang mampu memberikan informasi secara waktu nyata (real-time).
Munafri Ariffudin menegaskan, dukungan pendanaan dari Pemerintah Jepang harus dimanfaatkan secara maksimal agar menghasilkan sistem pengendalian banjir yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendanaannya datang dari kementerian di Jepang, jadi ini benar-benar harus terus mengikuti prosesnya. Tolong dijalankan dengan benar," ujarnya.
Ia menekankan untuk memaksimalkan peran dalam proses implementasi proyek. Munafri mengingatkan, proyek tersebut sangat penting mengingat banjir masih menjadi persoalan tahunan yang dihadapi Kota Makassar.
Secara khusus ia menggarisbawahi bahwa penerapan teknologi pemantauan berbasis data dan sistem peringatan dini tersebut akan menjadi langkah antisipatif untuk meminimalisasi dampak banjir, serta mempercepat respons pemerintah di lapangan.
"Bagi kami Kota Makassar ini sangat penting, karena setiap tahun kami terdampak banjir di beberapa area tertentu dan kadang-kadang banjir parah. Sehingga itulah kenapa kita memerlukan langkah antisipasi ini," katanya.
Pada pertemuan itu, rencana implementasi proyek mitigasi banjir tersebut dipaparkan oleh Senior Manager for Project Strategy, Tobe Tatsuya, Ia menguraikan bagaimana sistem teknologi sensor bekerja untuk penguatan sistem mitigasi banjir, beserta dampak positif yang akan diperoleh Kota Makassar.
"Proyek akan kita mulai dengan demonstrasi skala kecil di titik rawan banjir Kota Makassar," kata Tobe.
Merespons perencanaan tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terbangun. Ia menyatakan Pemkot Makassar siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.
"Terima kasih atas presentasinya. Kami dari Pemkot Makassar dan akan mempersiapkan bersama apa yang perlu dilakukan untuk menjalankan teknologi ini," katanya.
Munafri kemudian mengingatkan agar evaluasi dilakukan secara berkala, termasuk melalui pertemuan virtual dengan tim Jepang guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.
Ia berharap, kolaborasi antara Pemkot Makassar dan Jepang dapat menghasilkan inovasi yang dapat menjadi solusi terhadap banjir tahunan di Makassar.
"Saya berharap kita bisa membangun kerja sama yang baik bersama untuk membuat sesuatu yang baik di Kota Makassar," pungkas Munafri.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
5

















































