Nadiem Tegaskan Tidak Ada Arahan untuk Chromebook dan Skema Google Murni CSR

6 hours ago 6

loading...

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menegaskan tidak ada arahan dalam penggunaan Chromebook. Foto/SindoNews/arif julianto

JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan tidak ada arahan dalam penggunaan Chromebook. Penetapan Chromebook bukan berada di tangah menteri melainkan di level direktorat.

Hal itu disampaikan Nadiem dalam sidang lanjutan perkara pengadaan laptop Chromebook yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 5 Maret 2026.

Nadiem memaparkan keterlibatannya terkait Chromebook hanya terjadi dalam satu rapat pada 6 Mei 2020. Dalam rapat tersebut, rekomendasinya adalah kombinasi alokasi 14 Chromebook dan 1 Windows untuk setiap sekolah.

Baca juga: Nadiem Makarim: Ada Kemunduran dalam Penyembuhan Saya, Ada Reinfeksi Baru di Dalam

Namun keputusan yang mengubah seluruh pengadaan TIK waktu itu menjadi Chromebook sepenuhnya berada di tangan tim teknis pada level direktorat dan dirjen, bukan di tingkat menteri. Pada 10 Agustus, Nadiem bahkan sempat mengirim pesan kepada Ibrahim Arief untuk mengingatkan perlunya membeli laptop Windows jika suplai laptop Chromebook dirasa tidak cukup tersedia di pasaran.

“Saya dalam berbagai kesempatan selalu menyebut, tolong pertimbangkan kenapa tidak semuanya Windows, kenapa jadi Chrome yang mayoritas, kenapa tidak semuanya Windows. Lalu saya menyebut, tolong tunjukkan kedua sisi argumentasi sehingga objektif. Dan saya juga menyebut bahkan di 10 Agustus, saya menyebut kepada Ibam, ada chatnya terbukti untuk bilang kayaknya kita harus juga melakukan membeli laptop Windows, kalau tidak cukup Chrome nya,” katanya.

Lihat video: Sidang Lanjutan Chromebook, Nadiem Bantah Perkaya Diri Sendiri Rp809,5 M

“Kalau mufakat jahatnya sudah ada, pasti dalam chat itu kelihatan bahwa sudah ada pengarahan terhadap Chrome. Tidak ada sama sekali itu di dalam chat-chat tadi. Saya harap Google itu benar-benar bisa buka suara untuk membuktikan bahwa ini semua adalah hal yang legal, terbuka, dan transparan. Saya harap sekali Google bisa bersuara di dalam sidang,” terang Nadiem di persidangan.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |