Mudik Gratis Presisi dan Aman, Boni Hargens: Wujud Transformasi Polri dari Kekuasaan Menuju Pelayanan

4 hours ago 1

loading...

Analis Politik Senior Boni Hargens. Foto: Tangkapan layar iNews

JAKARTA - Polri di bawah komando Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesuksesan perayaan Idulfitri tahun ini melalui program Mudik Gratis Polri Presisi 2026. Hal tersebut dikatakan oleh Analis Politik Senior Boni Hargens.

Boni berpendapat bahwa program tersebut bukan sekadar inisiatif seremonial, melainkan wujud konkret dari perubahan paradigma Polri dalam memandang hubungannya dengan masyarakat dan wujud nyata transformasi Polri, dari paradigma kekuasaan menjadi paradigma pelayanan.

"Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 menjadi cerminan nyata transformasi wajah institusi kepolisian Indonesia di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebuah transformasi budaya kelembagaan yang fundamental, dari power approach menuju servant approach, kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat luas," ujar Boni Hargens kepada wartawan, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Daop 1 Jakarta Prediksi Puncak Arus Balik Mudik Lebaran Terjadi Besok

Dia menambahkan, Polri secara aktif meringankan beban masyarakat dengan menghadirkan program mudik gratis, sekaligus memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib. Dia menuturkan, totalitas pengabdian personel Polri dalam momen ini tidak dapat diragukan lagi.

"Pengamanan arus mudik dan balik dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lalu lintas di titik-titik kritis, pendampingan perjalanan, hingga pelayanan informasi bagi para pemudik. Dedikasi ini mencerminkan semangat korps yang telah berubah secara mendasar dalam memaknai tugas dan tanggung jawab kepada bangsa," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, transformasi yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bukan sekadar perubahan kosmetik atau pergantian seragam semata. Transformasi tersebut merupakan sebuah pergeseran paradigma yang dalam dan menyeluruh, dari power approach (pendekatan kekuasaan) yang menjadi ciri dominan tradisi kepolisian lama, menuju servant approach (pendekatan pelayanan) sebagai fondasi baru identitas institusi.

Dalam tradisi lama, institusi kepolisian kerap diposisikan dan memposisikan dirinya, sebagai entitas yang berkuasa atas masyarakat. Relasi yang terbangun cenderung hierarkis dan satu arah, polisi memerintah, masyarakat mematuhi. Pendekatan ini, meskipun memiliki logika ketertiban tersendiri, pada kenyataannya menjauhkan polisi dari masyarakat yang seharusnya dilayaninya.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |