MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan Perdamaian dari Lebanon

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani meminta pemerintah menarik seluruh prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Permintaan itu buntut meninggalnya tiga prajurit TNI di daerah itu dalam dua hari terakhir. Prajurit TNI bernama Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Lalu, pada Senin (30/3), Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan meninggal dunia akibat ledakan pada kendaraan yang ditumpangi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muzani mengatakan penarikan pasukan harus dilakukan jika tidak ada jaminan keselamatan bagi prajurit yang bertugas.

"Sesuai dengan konstitusi yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut karena ini adalah daerah yang membahayakan bagi keselamatan TNI seperti yang terjadi di Lebanon Selatan ini," kata Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (31/3).

Muzani mengatakan MPR mengutuk keras tindakan Israel di wilayah itu yang mengakibatkan prajurit TNI meninggal dunia.

"Majelis Permusyawaratan Rakyat mendesak kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang penyelidikan dan menjatuhkan sanksi terhadap Israel," kata Muzani.

MPR mengusulkan pemerintah untuk memberi penghargaan terhadap prajurit TNI yang meninggal dunia dan prajurit terluka serta keluarga yang ditinggalkan.

"Majelis Permusyawaratan Rakyat menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugur dan terlukanya para prajurit TNI yang menjalankan tugas konstitusi dan mandat PBB di Lebanon Selatan," ujarnya.

UNIFIL ditempatkan di Lebanon selatan untuk mengawasi konflik di sepanjang garis demarkasi Lebanon dan Israel. Wilayah tersebut kerap menjadi pusat bentrokan antara pasukan militer Israel dengan milisi Hizbullah bekingan Iran.

UNIFIL memiliki sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian yang berasal dari berbagai negara. Sekitar 1.200 personel UNIFIL merupakan prajurit TNI.

(thr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |