Mengapa Trump Memainkan Peran sebagai Seorang Penghibur Reality Show di Perang Iran?

3 hours ago 3

loading...

Donald Trump selalu memainkan peran sebagai penghibur reality show di perang Iran. Foto/X

WASHINGTON - Paul Musgrave, profesor pemerintahan di Georgetown University Qatar tersebut mengatakan bahwa Trump biasanya melontarkan pernyataan terutama untuk audiens AS, khususnya basis pendukungnya. Pernyataan terbaru mengenai keinginan AS menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayahnya.

Penting untuk diingat, tambahnya, bahwa Trump adalah produk acara pertunjukan (reality show) AS dan pada dasarnya adalah seorang "penghibur" (showman). "Dia adalah sosok yang gemar bicara besar. Anda harus menanggapi ucapannya dengan serius dalam beberapa hal, namun tidak secara harfiah," ujar Musgrave memperingatkan.

Trump tidak bisa ditanggapi secara harfiah, terutama dalam kasus ini, karena menjadikan selat tersebut sebagai wilayah AS adalah hal yang mustahil secara fisik maupun hukum, ujarnya. Namun, pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan tekad Trump untuk tidak mundur menghadapi Iran dan tidak menerima kekalahan dalam konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan itu, tambahnya.

Sebaliknya, menurutnya, fase baru perang ini akan ditandai dengan upaya Washington untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi ekonomi, bahkan melancarkan perang di front lain, seperti melalui serangan siber terhadap Iran.

Sementara itu, Iran menunjukkan sikap "berani" dan tidak mau menerima penderitaan akibat dampak ekonomi tersebut, catat Musgrave.

Sejumlah kelompok garis keras di pemerintahan enggan dikaitkan dengan istilah "negosiasi"; itulah sebabnya muncul pernyataan resmi yang menyangkal adanya pembicaraan dengan AS, meskipun mereka mengakui adanya pembicaraan dengan pihak penengah seperti Qatar dan Pakistan.

Kecil kemungkinannya kedua belah pihak akan mengakui kekalahan, sehingga dalam jangka pendek hingga menengah, perang ini diperkirakan akan menemui jalan buntu, pungkasnya.

Ini bukan kali pertama pihak Iran menerima retorika bernada ancaman semacam itu dari Presiden AS Donald Trump.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |