Marina Mamonova, Perempuan Mengaku Tuhan yang Ingin Ukraina Jadi Panggung Kiamat

4 hours ago 3

loading...

Marina Mamonova, perempuan Ukraina yang mengaku sebagai Tuhan. Dia pernah ingin menjadikan Kyiv sebagai panggung kiamat dengan ritual bakar diri. Foto/elohov.ru

KYIV - Marina Mamonova nama perempuan Ukraina ini. Sosoknya mengguncang publik dunia pada awal 1990-an—tahun awal Ukraina merdeka dari Uni Soviet—karena mendeklarasikan dirinya sebagai Tuhan.

Itu terjadi setelah Marina mengalami apa yang dia klaim sebagai kematian klinis. Dia terbangun dari peristiwa itu, dan kalimat pertama yang keluar dari mulutnya: “Saya adalah Mesias!”

Baca Juga: Unit Rudal Korut Mulai Dikerahkan ke Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

Kalimat itu menjadi titik balik kehidupan seorang perempuan yang sebelumnya menjalani kehidupan layaknya warga Soviet pada umumnya. Dia pernah menjadi jurnalis, aktif di organisasi pemuda komunis Komsomol, bergabung dengan Partai Komunis Uni Soviet, dan menjadi anggota Persatuan Jurnalis.

Namun, hanya dalam beberapa tahun, Marina berubah menjadi sosok yang mengaku memiliki "hakikat ilahi".

Dia kemudian dikenal sebagai Maria Devi Khristos, pemimpin White Brotherhood—sebuah gerakan sektarian yang pada awal 1990-an mengguncang Ukraina dan sejumlah wilayah bekas Uni Soviet.

Kisah Marina bukan hanya tentang seorang perempuan yang mengaku sebagai Tuhan. Ini adalah kisah tentang sebuah zaman ketika sebuah imperium runtuh, jutaan orang kehilangan pegangan, dan kekosongan spiritual membuka ruang bagi berbagai sekte serta gerakan keagamaan baru.

Awalnya Seorang Jurnalis Soviet

Marina Mamonova lahir di Donetsk pada 1960. Dia menempuh pendidikan di Institut Politeknik Kyiv dan kemudian bekerja sebagai jurnalis. Kariernya juga membawanya ke komite distrik Komsomol serta sebuah stasiun radio milik perusahaan di Donetsk.

Dia menikah dan menggunakan nama keluarga suaminya, Tsvigun. Dari pernikahan itu lahir seorang anak laki-laki bernama Vitaly.

Tidak ada yang menunjukkan bahwa perempuan ini kelak akan menjadi pemimpin salah satu sekte paling terkenal di kawasan pasca-Soviet.

Perubahan besar terjadi pada 1990. Menurut berbagai laporan media lokal, Tsvigun telah menjalani beberapa kali aborsi. Dalam salah satu prosedur tersebut—yang dalam sejumlah sumber disebut sebagai aborsi ketujuh atau kesepuluh—dia dikabarkan mengalami kematian klinis.

Bagi dunia medis, pengalaman tersebut merupakan kondisi ketika fungsi vital tubuh berhenti sementara dan kemudian kembali.

Namun, Marina memberikan makna yang sama sekali berbeda. Dia mengeklaim bahwa jiwanya meninggalkan tubuh, naik ke surga, dan menerima “jiwa ilahi”.

Menurut versinya, setelah tiga setengah jam, “Jiwa Sang Bunda Dunia” kembali ke tubuhnya.

Ketika sadar, dia mengucapkan kalimat yang kemudian mengubah seluruh hidupnya: “Saya adalah Mesias!”

Bertemu Sang “Guru”

Perubahan Marina tidak terjadi sendirian. Di balik kelahiran White Brotherhood terdapat seorang pria bernama Yuri Krivonogov.

Krivonogov lahir di wilayah Voronezh pada 1945. Dia kemudian pindah ke Ukraina dan memperoleh gelar doktor di bidang teknologi di Kharkiv.

Menurut Alexander Dvorkin, peneliti Rusia yang lama mempelajari sektarianisme, Krivonogov pernah bekerja di Institut Neurologi dan Psikiatri Kyiv.

Namun, dia kemudian meninggalkan dunia ilmiah dan beralih menjadi pengkhotbah serta misionaris.

Dia sempat berhubungan dengan kelompok Hare Krishna sebelum akhirnya mendirikan Institut Jiwa Atma.

Lembaga tersebut menerbitkan berbagai literatur tentang Weda, bioenergi manusia, yoga tingkat lanjut hingga pesan-pesan dari luar angkasa.

Krivonogov berkeliling Ukraina memberikan ceramah. Dalam salah satu ceramah itulah dia bertemu Marina.

Marina menyerahkan sebuah catatan kepadanya. Isinya merupakan pengakuan bahwa dirinya telah mengalami reinkarnasi dan menjadi “Tuhan yang hidup”.

Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi hubungan yang jauh lebih besar. Keduanya menikah.

Marina meninggalkan suami dan anaknya. Dia kemudian menjadi tokoh utama gerakan yang kelak dikenal sebagai White Brotherhood.

Marina memilih nama baru: Maria Devi Khristos. Krivonogov menggunakan nama John Swami. Kemudian muncul tokoh ketiga, Vitaly Kovalchuk, yang menggunakan nama John Peter II. Sebuah gerakan baru pun terbentuk.

Menciptakan Dunia Baru

White Brotherhood berkembang pada masa yang sangat kacau. Uni Soviet telah runtuh.

Sistem politik lama ambruk. Ekonomi mengalami guncangan. Masyarakat yang selama puluhan tahun hidup dalam sistem negara ateistik tiba-tiba berhadapan dengan kebebasan beragama dan membanjirnya berbagai ide spiritual.

Bagi banyak orang, situasi itu menciptakan kekosongan. White Brotherhood muncul menawarkan jawaban.

Mereka berbicara tentang keselamatan, kiamat, transformasi dunia dan kedatangan sebuah zaman baru.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |