Medan, CNN Indonesia --
Pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah provinsi di Pulau Sumatra--termasuk di seluruh wilayah provinsi Sumatera Utara (Sumut)--sejak Jumat (22/5) malam turut berdampak pada operasional transportasi umum di Kota Medan.
Salah satunya, layanan bus listrik di ibu kota provinsi SUmut itu untuk sementara dihentikan, Sabtu (23/5).
Informasi penghentian sementara operasional bus listrik itu diumumkan melalui akun Instagram resmi @officialbuslistrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahannya, pihak pengelola menyampaikan operasional bus listrik dihentikan sementara menyusul gangguan pasokan listrik yang masih terjadi di Kota Medan.
"Sehubungan dengan adanya gangguan pasokan listrik di Kota Medan, maka operasional bus listrik untuk sementara tidak beroperasi sampai kondisi kelistrikan kembali normal dan dinyatakan aman," tulis akun tersebut.
Pihak pengelola juga menyebutkan jadwal operasional kembali akan diumumkan setelah kondisi kelistrikan di Kota Medan benar-benar pulih.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan mengimbau masyarakat untuk sementara menggunakan alternatif transportasi lainnya. Terima kasih atas pengertian dan kerja samanya," tulisnya lagi.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Idris Nasution yang dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.
"Benar, tidak beroperasi sementara," ucapnya singkat
Diketahui, pemadaman listrik massal melanda seluruh wilayah Sumut sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB telah berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, perkantoran, hingga layanan transportasi umum di sejumlah daerah.
Hingga Sabtu (23/5/2026) siang, sejumlah kawasan di Kota Medan dilaporkan masih mengalami pemadaman.
Tak ada gangguan pada perjalanan kereta
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api (KA) di wilayah Sumatera Utara tetap berjalan aman dan normal, menyusul pemadaman aliran listrik masal yang melanda hampir seluruh wilayah provinsi tersebut sejak Jumat malam.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menegaskan bahwa gangguan pemadaman listrik dari pihak penyedia komoditas energi tersebut tidak memengaruhi grafik perjalanan kereta api, baik untuk jadwal keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
"Meski terjadi pemadaman, operasional KA di Sumatera Utara tetap aman. Untuk keberangkatan dan kedatangan KA pasca-pemadaman Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB hingga Sabtu (23/5) pukul 07.30 WIB, semua perjalanan KA tepat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," ujar Anwar.
Anwar menambahkan seluruh pelayanan kereta api penumpang di sejumlah stasiun utama, seperti Stasiun Medan, Stasiun Tanjungbalai, Stasiun Siantar, dan Stasiun Rantauprapat, tetap terakomodasi dengan baik tanpa mengalami keterlambatan.
"Sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi darurat dan mengingat listrik merupakan kebutuhan energi yang krusial, KAI Divre I Sumut telah menyiagakan sistem pembangkit listrik cadangan (genset)," paparnya.
Menurutnya fasilitas ini berfungsi untuk menyuplai energi alat komunikasi, sistem persinyalan, hingga pemenuhan kebutuhan pelayanan langsung kepada pelanggan di area stasiun.
"Pada saat terjadi pemadaman, pembangkit memerlukan beberapa waktu untuk menyala dan menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan untuk kebutuhan seperti penerangan, penyejuk ruangan, maupun yang lain. KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan kereta api yang mengalami ketidaknyamanan pada saat terjadi proses peralihan sumber energi tersebut," tambahnya.
Selain mengandalkan pembangkit listrik cadangan konvensional, khusus di Stasiun Medan, KAI telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Panel surya ini aktif menghasilkan energi untuk operasional siang hari sekaligus berfungsi mengisi daya baterai cadangan yang dapat disalurkan saat terjadi gangguan listrik di malam hari.
"Hingga Sabtu (23/5) pukul 08.00 WIB, sumber tenaga listrik di beberapa stasiun dilaporkan telah kembali normal, meski sebagian stasiun lainnya masih mengalami pemadaman," sebutnya.
Anwar menegaskan KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh bahwa situasi dinamis ini tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan ataupun mengganggu keselamatan perjalanan kereta.
(fnr/kid)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
5
















































