Krisis Energi Terburuk Hantam Eropa: BBM Tembus Rp40 Ribu per Liter, Musim Dingin Terancam Mencekam

1 hour ago 2

loading...

Uni Eropa (UE) diterpa krisis energi paling parah dalam sejarah modern, hasil kombinasi fatal penghentian pasokan gas Rusia, konflik militer di Timur Tengah yang melumpuhkan Selat Hormuz, hingga krisis stok gas. Foto/Dok

JAKARTA - Uni Eropa (UE) dilaporkan tengah menghadapi krisis energi paling parah dalam sejarah modern. Kombinasi fatal antara penghentian pasokan gas Rusia, konflik militer di Timur Tengah yang melumpuhkan rute Selat Hormuz , hingga krisis stok gas menjelang musim dingin memicu lonjakan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan energi di seluruh kawasan benua biru.

Utusan Khusus Kremlin, Kirill Dmitriev menegaskan, bahwa krisis parah ini merupakan "bencana buatan sendiri" (self-made crisis) akibat keengganan para pemimpin Uni Eropa mengevaluasi kebijakan moneter dan sanksi energi mereka.

Baca Juga: Krisis Pasokan Minyak Mengancam Eropa, Saudi Batalkan Pengiriman Akibat Pipa Utama Lumpuh

"Eropa akhirnya menyadari bahwa mereka sedang menghadapi krisis energi terburuk dalam sejarah. Ini adalah krisis buatan sendiri, tanpa ada upaya untuk menganalisis akar masalah dan mengubah arah kebijakan," tegas Dmitriev dalam pernyataan resminya seperti dilansir RT.


Harga Bensin Tembus Rekor Termahal, BBM Langka di Prancis-Jerman

Dampak krisis ini mulai memukul kehidupan sehari-hari warga Eropa secara langsung. Data pemerintah menunjukkan bahwa 15% SPBU di Prancis mengalami kelangkaan pasokan setidaknya pada satu jenis BBM.

Baca Juga: Benua Biru Terancam Membeku ketika Harga Gas Terus Melesat ke 70,85 Euro/MWh

Di Jerman, harga bahan bakar menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah. Bensin Super E10 menyentuh 2,3 euro per liter (sekitar Rp39.000–Rp46.000/liter). Sedangkan solar (Diesel) rata-rata melonjak ke 2,45 euro per liter (sekitar Rp42.000-Rp50.000/liter).

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |