Kisah Anak Petani Banyumas Jadi Lulusan Terbaik IPDN Angkatan 33

6 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Mohamad Toriq Anwar, satu dari tiga Purna Praja yang memperoleh kehormatan disematkan langsung tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto pada pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), baru-baru ini, menyimpan sebuah kisah yang membanggakan.

Toriq merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya menggantungkan kehidupan sehari-hari sebagai petani dan peternak bebek yang menjual telur bebek ke warung-warung di sekitar tempat tinggalnya.

Sementara itu, kakaknya bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik kayu tak jauh dari rumah. Berbekal tekad untuk mengangkat derajat keluarganya, Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan," kata Toriq di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7).

Dalam perjalanannya, Toriq menghadapi keterbatasan biaya untuk mengikuti SPCP IPDN. Jarak Banyumas menuju Semarang sebagai lokasi seleksi membuat keluarganya harus berjuang menyediakan biaya transportasi maupun kebutuhan administrasi.

Demi mewujudkan cita-cita tersebut, keluarganya berusaha mencari bantuan agar Toriq dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi.

"Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu," tutur Toriq.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil. Toriq berhasil melewati seluruh tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan.

Tak sampai di sana, ia bahkan mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan menjadi peringkat pertama di sesi seleksinya, sebelum akhirnya meraih peringkat kedua hasil akhir seleksi Provinsi Jawa Tengah.

"Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah," ujar Toriq.

Momentum tersebut semakin memperkuat tekadnya untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai aparatur pemerintah.

"Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkas Toriq.

(rea/rir)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |