Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyusul penetapan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di wilayah tersebut.
Penyaluran dilakukan melalui Tim Tanggap Darurat Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTB sebagai respons cepat terhadap krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah selama musim kemarau.
Bantuan didistribusikan ke Dusun Gerebegan, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, serta Dusun Madak Belek 2, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong. Sebanyak 12 ribu liter air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki dan ditampung pada tandon berkapasitas 5.300 liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Distribusi tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 220 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan memperoleh air akibat kekeringan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas kementeriannya, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan.
Menurutnya, air merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terlebih di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim.
"Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan," kata Dody.
Selain memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat melalui distribusi air bersih, Kementerian PU juga menjalankan strategi jangka menengah dan panjang untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk yang dipicu fenomena El Nino.
Menurut Dody, upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan sumber daya air secara terpadu, antara lain dengan mengoptimalkan bendungan, embung, jaringan irigasi, hingga operasi waduk guna menjaga ketersediaan air baku dan air irigasi.
"Strategi Kementerian PU adalah memastikan ketersediaan air baku dan air irigasi tetap terjaga melalui optimalisasi bendungan, embung, jaringan irigasi, operasi waduk, serta berbagai langkah antisipatif lainnya sehingga kebutuhan air masyarakat dan irigasi tetap terpenuhi meski menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino," ujar Dody.
Sementara itu, Kepala BPBPK NTB Dades Prinandes menegaskan kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap masyarakat. Ia menyebut penyediaan air bersih merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.
Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada respons saat kondisi darurat terjadi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Penyediaan air bersih dari Kementerian PU ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan," ujar Dades.
Dades menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama musim kemarau.
"Kami bersama pemerintah daerah akan terus memantau wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih. Apabila diperlukan, distribusi bantuan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan agar masyarakat tetap memperoleh layanan yang optimal," kata Dades.
Penyediaan air bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam mendukung penanganan darurat bencana sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap layanan dasar selama musim kemarau.
Penanganan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi PU 608, yaitu sistem respons cepat Kementerian PU dalam penanggulangan bencana yang mengedepankan kecepatan mobilisasi personel, peralatan, dan dukungan teknis guna memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan dasar pada saat terjadi kondisi darurat.
(ory/ory)

4 hours ago
5

















































