Kasatgas PRR Simak Curhat Warga Desa Sekumur soal Air Bersih dan Hunian

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, langsung menemui warga terdampak bencana di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (4/4). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi lapangan serta berdialog dengan masyarakat.

Dalam pertemuan yang beralas tikar, sekitar 200 warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sejak bencana melanda pada akhir November tahun lalu. Masalah utama yang mencuat dalam dialog tersebut adalah sulitnya akses air bersih dan ketiadaan tempat tinggal yang layak.

Salah satu warga, Mijah, menyampaikan langsung kepada Tito mengenai urgensi pengadaan sarana air bersih di wilayahnya. Menurutnya, bencana merusak sumber air, sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak, tolong kalau bisa secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sulit sekali di sini. Rumah kami juga semua sudah banyak yang hilang," kata Mijah.

Senada, warga lain bernama Deri menyampaikan harap agar pemerintah segera menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai. Selain masalah infrastruktur dasar, ia juga menyoroti akses jalan desa yang rusak parah, serta kondisi ekonomi warga yang belum pulih.

"Harapan kami agar akses jalan kami yang sulit juga diperbaiki. Segala program pemulihan kampung kami mohon segera dipercepat. Itu harapan kami," kata Deri.

Warga Desa Sekumur mengakui sempat ragu pemerintah pusat akan meninjau langsung lokasi mereka mengingat akses menuju desa yang jauh dan sulit dijangkau. Kehadiran tim Satgas PRR dipandang sebagai kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi tanpa perantara.

Dalam diskusi tersebut, warga juga mengusulkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dengan sistem komunal. Hal ini didasari kondisi geografis tempat tinggal lama mereka yang berada di zona rawan luapan sungai. Aspirasi mengenai Huntap dan sumur bor tersebut langsung direspon oleh pihak Satgas.

"Saya langsung sampaikan saja ke Bapak Mendagri (Menteri Dalam Negeri) apa yang kami rasakan dan butuhkan soal air bersih dan huntap. Saya merasa plong, sudah menyampaikannya, biarpun belum tahu kapan (dieksekusi) , tapi paling enggak sudah menyampaikan," kata Mijah.

Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, bahwa kehadirannya di Desa Sekumur adalah untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan merata hingga ke pelosok. Ia mencatat bahwa jarak desa yang puluhan kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten tidak boleh menjadi penghambat percepatan bantuan.

Tito menegaskan bahwa pihak Satgas telah menyerap poin-poin utama kebutuhan warga, terutama terkait fasilitas air bersih dan relokasi ke hunian yang lebih aman.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |