Karma di Netflix: Drama Korea tentang Utang, Dosa, dan Balas Dendam

15 hours ago 1
 Drama Korea tentang Utang, Dosa, dan Balas Dendam Drama Karma di Netflix(YouTube)

DALAM serial dengan banyak alur cerita yang tampak terpisah, harapan terbesar penonton tentu saja adalah ketika semua cerita itu akhirnya saling bertautan. Rasanya jauh lebih memuaskan jika hal itu terjadi. Namun, seberapa cepat cerita-cerita itu bersatu akan sangat menentukan seberapa sabar penonton bertahan menontonnya.

Karma: Tonton atau Lewati?

Adegan Pembuka:

Sebuah pabrik terbengkalai di malam hari. Seseorang sedang menyedot bensin dari mobil. Seorang pria yang terlihat disekap mengeluh sakit kepala. Tak lama kemudian, bensin disiramkan ke sekelilingnya dan bangunan itu dibakar.

Inti Cerita:

Tim pemadam kebakaran berhasil menemukan seorang pria yang masih hidup, meski mengalami luka bakar parah. Saat sadar, ia mengaku bernama Park Jae-yeong (diperankan oleh Lee Hee-joon). Seorang dokter muda yang mencatat namanya tampak kaget mendengar nama tersebut.

Lima belas hari sebelum peristiwa kebakaran, Jae-yeong pulang ke apartemennya yang berantakan. Ia mendapati surat dari pemilik tempat tinggal yang menagih tunggakan sewa tiga bulan. Sayangnya, keuangan Jae-yeong sedang kacau: investasinya di kripto hancur dan ia terlilit utang pada rentenir.

Rentenir itu pun menyatroni apartemen Jae-yeong dan menculiknya ke tempat di mana ia menyaksikan seorang dokter bedah mengambil organ tubuh dari seorang peminjam lain. Ancaman itu jelas: lunasi utang, atau tubuhmu akan dijual sebagian demi sebagian. Ia diberi waktu 30 hari untuk melunasi semuanya.

Masalah Bertambah:

Dalam kondisi tertekan, Jae-yeong menghubungi ayahnya dan mendapati sang ayah dirawat di rumah sakit akibat ditabrak mobil. Meski luka ayahnya tidak terlalu parah, sang ayah mencoba memanfaatkan kejadian itu untuk “memalak” pengemudi Range Rover yang tidak ingin berurusan dengan asuransi.

Di rumah sang ayah, Jae-yeong menemukan uang tunai, sebuah jam tangan Rolex, dan polis asuransi jiwa senilai 500 juta won. Ia membawa semuanya, namun nahas—di malam hari ia dirampok dan dipukuli oleh sekelompok remaja di gang gelap. Ketika seorang polisi mengatakan bahwa gang itu tidak memiliki kamera pengawas, sebuah ide gila pun muncul.

Jae-yeong lalu menghubungi Jang Gil-ryong (Kim Sung-kyun), mantan anggota geng yang baru saja dipecat dari gudang tempat mereka dulu bekerja. Jae-yeong pernah melihat betapa galaknya pria ini saat dipecat, dan merasa Gil-ryong orang yang tepat untuk “pekerjaan kotor” yang ia rencanakan: membunuh ayahnya dan menyamarkannya sebagai kecelakaan.

Rencana dijalankan di gang yang sama, dekat gereja tempat sang ayah biasa berkhotbah—tempat tanpa kamera. Namun semuanya tak berjalan mulus. Polisi menginformasikan bahwa ada saksi, dan jasad sang ayah tidak ditemukan di lokasi yang direncanakan.

Kesannya Seperti Apa?

Drama ini, yang ditulis dan disutradarai oleh Lee Il-hyung dan diadaptasi dari webtoon populer, memiliki struktur semi-anthology dengan cerita-cerita yang kemungkinan besar akan saling terhubung di kemudian hari. Nuansanya mengingatkan kita pada film kontroversial peraih Oscar, Crash.

Meski episode pertamanya berdurasi sekitar satu jam, alur pertamanya terasa cukup sederhana: seorang pria nekat membunuh ayahnya demi uang asuransi karena terlilit utang. Namun sesuai judulnya—Karma—setiap keputusan kelam pasti memiliki konsekuensinya sendiri.

Di episode kedua, penonton diajak menyelami cerita berbeda: seorang pria mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan kematian, dan kini harus menghadapi saksi mata. Di sisi lain, seorang dokter dihantui oleh kemunculan kembali sosok dari masa lalunya.

Cerita-cerita ini mungkin baru terasa terpisah, namun besar kemungkinan akan saling bersinggungan di pertengahan atau akhir musim. Tantangannya adalah bagaimana membuat penonton bertahan cukup lama hingga titik itu, karena pembangunan konfliknya tidak terlalu cepat.

Hal-Hal Menarik & Catatan Tambahan:

  • Adegan Intim/Seksualitas: Tidak ada.

  • Aktor Pencuri Perhatian: Kim Sung-kyun tampil meyakinkan sebagai Jang Gil-ryong yang galak dan mengintimidasi, apalagi ketika ia tahu bahwa Jae-yeong berencana menipunya soal pembagian uang asuransi.

  • Dialog Paling “Pilot”: Cara Jae-yeong mencoba memeras pengemudi Range Rover adalah dengan pura-pura mencium bau alkohol di napas si pengemudi—trik licik yang cukup menggambarkan desperasinya.

Kalimat Penutup Episode:
Jae-yeong mendengar kabar bahwa jasad ayahnya tidak ditemukan di gang dan bergumam, “Apa yang sudah kau lakukan, brengsek?”—sebuah pernyataan yang bisa ditujukan pada dirinya sendiri, atau pada Gil-ryong... atau mungkin keduanya.

Kesimpulan: Tonton atau Lewati?

Tonton. Karma punya potensi jadi tontonan yang menggigit dan mengaduk emosi, terutama bila benang merah ceritanya segera mulai tampak. Tapi bersiaplah juga untuk kemungkinan rasa frustrasi jika penggabungan alur cerita terasa lamban. (Decider/Z-10)

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |