Jenderal Iran: Negara Mana Pun yang Jadi Tameng AS Akan Terbakar dalam Kobaran Api Perang!

4 hours ago 3

loading...

Militer Iran peringatkan negara mana pun yang menjadi tameng Amerika Serikat akan terbakar dalam kobaran api perang. Foto/Mehr News Agency

TEHERAN - Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, memperingatkan negara mana pun yang membiarkan dirinya menjadi tameng bagi Amerika Serikat (AS) akan menghadapi konsekuensi perang. Dia mendesak negara-negara regional untuk mempertimbangkan kembali kerja sama dengan Washington.

Dia mengatakan bahwa AS sedang mengejar, dengan kecepatan yang semakin meningkat, jalur eskalasi yang meluas dalam perang regional. Menurutnya, pendekatan ini adalah hasil dari strategi berbahaya yang bertujuan untuk memperluas dan memaksakan dominasi ilegal di seluruh wilayah.

Baca Juga: Iran Siapkan Rencana Komprehensif jika AS dan Israel Serang Infrastruktur

Jenderal Teheran tersebut menambahkan bahwa Amerika Serikat yang kriminal telah membuktikan selama perang baru-baru ini melawan Republik Islam Iran bahwa mereka tidak akan menahan diri dari tindakan agresi atau penghancuran terhadap kepentingan dan sumber daya negara-negara Muslim dalam mengejar tujuan jahatnya.

"Negara-negara Muslim di kawasan ini harus tahu bahwa Amerika Serikat menggunakan modal, kekayaan, infrastruktur vital, dan sumber daya strategis mereka sebagai perisai pertahanan bagi militernya yang melemah, sementara pada saat yang sama memperkuat mesin militer dan keamanan rezim teroris Zionis yang membunuh anak-anak," paparnya, seperti dikutip dari Mehr News Agency, Minggu (2/8/2026).

Republik Islam Iran, sambung dia, bersama dengan putra-putra bangsa yang gagah berani di Angkatan Bersenjata dan Front Perlawanan, telah membuktikan bahwa keseimbangan kekuatan di kawasan ini tidak lagi mengikuti persamaan sebelumnya.

"Kegagalan Amerika Serikat untuk mencapai tujuan agresif dan ilegalnya terhadap Iran telah memaksa militer AS yang melemah dan rezim Zionis untuk melancarkan perang, pertumpahan darah, dan agresi dari balik wilayah negara-negara Muslim, membebankan biaya perang kepada pemerintah regional," ujarnya.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |