Identitas 3 Prajurit TNI yang Tewas Akibat Serangan Israel di Lebanon

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Dua prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan, kembali meninggal dunia akibat serangan yang diduga kuat dilancarkan pasukan Israel pada kendaraan, Senin (30/3).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan dua prajurit itu adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan dua korban terbaru ini, total tiga prajurit TNI meninggal dunia dalam insiden ini. Korban tewas pertama adalah Praka Farizal Rhomadhon.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sementara itu dua prajurit TNI yang gugur pada Senin meninggal dunia akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui.

Dari TNI, Aulia menjelaskan berdasar laporan dari daerah penugasan, ledakan yang menewaskan dua prajurit TNI terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Pengawalan itu dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan," kata Aulia dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).

Insiden itu juga mengakibatkan dua prajurit lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Keduanya telah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

Aulia mengatakan TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.

"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon," katanya.

Sebelumnya, Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan militer Israel menyerang markas unit Indonesia di sekitar Adchit Al Qusayr pada Minggu. Laporan awal menyebut sejumlah personel terluka imbas serangan tersebut.

Militer Israel menolak bertanggung jawab atas serangan ini. IDF menekankan insiden ini terjadi di Lebanon selatan, yang notabene adalah area pertempuran aktif antara pasukan Israel dan milisi Hizbullah.

"Oleh karena itu, tidak seharusnya diasumsikan bahwa insiden yang menimpa personel UNIFIL disebabkan oleh IDF," demikian pernyataan militer Negeri Zionis.

(yoa/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |