Ibunda Cerita Praka Farizal Hadapi Situasi Darurat di Lebanon

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Supinah, ibunda Praka Farizal Rhomadhon mengungkap situasi yang dialami putranya ketika bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.

Praka Farizal tewas akibat serangan Israel ke pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Serangan oleh pasukan zionis itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr, Minggu (29/3) waktu setempat.

Supinah menuturkan, ia dan putranya yang selama setahun terakhir bertugas di Lebanon itu setiap hari melakukan panggilan video. Demikian pula bersama menantu dan cucunya yang kini berada di Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya setiap hari (video call), kalau malamnya sini (RI), sana (Lebanon) siang, setiap hari video call, sama saya, sama bapaknya, terus disambungkan itu istri di Aceh," kata Supinah di rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Selasa (31/3).

Namun demikian, menurut Supinah, putranya melaporkan bahwa kondisi di tempatnya bertugas belakangan sering ditemani raungan sirine tanda situasi darurat.

"Akhir-akhir ini agak darurat, setiap saat masuk ke bunker, berapa jam, terus nanti kalau aman keluar. Kalau katanya ada sirine itu harus masuk, itu setiap saat itu," ungkapnya.

Padahal, sepenuturan Supinah, Farizal sudah dijadwalkan selesai bertugas di Lebanon dan terbang pulang ke Tanah Air pada akhir April 2026. Almarhum bahkan sudah memamerkan jadwal kepulangannya tersebut.

"Akhir April ini selesai, terus Mei pulang, sudah ada jadwal penerbangan, saya sudah dikirimin, jadwalnya. Pokoknya bulan Mei, kan dibagi berapa kelompok," katanya.

Kini, Supinah sekeluarga masih menanti kabar terbaru menyangkut kepulangan jenazah Praka Farizal. Setibanya nanti, jenazah akan dimakamkan di sebuah kompleks tempat pemakaman umum di Ledok.

"Lebih dekat, biar (dikebumikan) sama (dekat makam) kakeknya, keluarga," katanya.

Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma sementara itu menyebut ada kemungkinan jenazah Praka Farizal Rhomadhon akan tiba di Indonesia pada Rabu (1/4) besok.

Dyan menuturkan, pihaknya masih berkomunikasi dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI menyangkut rencana pemulangan jenazah Praka Farizal.

"Jadi saat ini masih tahap menunggu. Insyaallah mudah-mudahan lusa sudah sampai Tanah Air, tapi itu pun kami tetap monitor terkait dengan pemulangan nantinya," kata Dyan saat ditemui di rumah duka Praka Farizal, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Senin (30/4) malam.

Dandim bilang, untuk prosedur pemulangan jenazah almarhum pihak PMPP TNI yang bisa menjawab lebih detail. Dia memperkirakan saat ini proses masih berkutat pada tahap administrasi.

Kabar gugurnya seorang anggota TNI ini sebelumnya dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres. Serangan oleh pasukan Israel itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr.

Dalam akun media sosial X resmi, Guterres menyampaikan kutukan keras atas serangan yang menewaskan satu personel TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut.

UNIFIL pun menuntut segera dilakukan investigasi atas kejadian ini. Dalam rilis resminya, mereka menyatakan proyektil tak diidentifikasi meledak di dekat markas mereka, Adchit Al Qusayr. Pihak berwenang saat ini belum mengetahui asal proyektil tersebut.

UNIFIL meminta semua pihak wajib mematuhi hukum internasional dan memastikan keamanan serta keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

(kum/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |