Gempa M 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah

8 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (20/8) pukul 05.45 WIB.

Gempa berpusat di darat, sekitar 34 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer.

Hasil pemodelan menunjukkan peristiwa ini tidak berpotensi tsunami. Guncangan dirasakan hingga ke wilayah Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga Kamis pagi pukul 06.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.422 kali gempa susulan usai gempa besar magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu.

Guncangan pagi ini dirasakan kuat hingga ke Kota Labuan Bajo, memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah.

Alfonsius Ardi (54), warga Lingkungan Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, menceritakan detik-detik guncangan tersebut.

"Tiba-tiba rumah berguncang kuat sekali. Benda-benda di lemari berjatuhan. Kami langsung lari keluar, takut ada reruntuhan. Semua orang di lingkungan juga keluar rumah, panik semua. Sudah terbiasa dengan gempa susulan, tapi kali ini terasa cukup kuat," ujar Alfonsius saat dikonfirmasi CNNindonesia.com.

Kepala BMKG Wilayah NTT, Arief Tyastama, menyampaikan data terbaru aktivitas gempa susulan tersebut. Menurutnya, gempa susulan masih berpotensi terjadi sampai beberapa pekan ke depan.

"Sampai dengan 20 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB telah terjadi gempa susulan sebanyak 3.394 kali. Untuk gempa susulan masih berpotensi terjadi sampai lebih kurang 3-4 minggu ke depan," ujar Arief.

Berdasarkan pemantauan hingga pukul 06.00 WIB, rincian data gempa susulan adalah sebagai berikut: total kejadian 3.422 kali, magnitudo terbesar 6,2, magnitudo terkecil 1,1, gempa berkekuatan magnitudo 5 ke atas sebanyak 26 kali, serta gempa yang dirasakan oleh masyarakat sebanyak 99 kali.

Arief menjelaskan pola penurunan aktivitas gempa menunjukkan proses pelepasan energi sisa masih berlangsung menuju keseimbangan baru di zona sumber gempa.

"Magnitudo bervariasi dan cenderung mengecil dari gempa utama, serta semakin jarang. Meski demikian, sesekali akan tetap muncul gempa yang dirasakan. Hal ini memang bisa terjadi karena masih dalam proses menuju keseimbangan dengan melepaskan energi yang tersisa," ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, tetap waspada terhadap bangunan yang retak maupun rusak, serta hanya mempercayai informasi resmi dari BMKG maupun BPBD setempat.

(fra/lou/fra)

placeholder

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |