DPP PUI-Korea Muslim Federation Jalin Kerja Sama Strategis Pendidikan dan Penguatan Umat

3 hours ago 4

loading...

Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) DPP Persatuan Ummat Islam (PUI) melakukan kunjungan silaturahmi ke Korea Muslim Federation (KMF) di Masjid Sentral Seoul, Kamis (5/2/2026). Foto: Ist

SEOUL - Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) DPP Persatuan Ummat Islam (PUI) melakukan kunjungan silaturahmi ke Korea Muslim Federation (KMF) di Masjid Sentral Seoul, Kamis (5/2/2026). Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Bidang HLN DPP PUI Adhe Nuansa Wibisono dan didampingi perwakilan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) Korea Iqbal Muharram diterima Imam Besar Masjid Sentral Seoul Imam Abdul Rahman Lee Ju-Hwa.

Imam Abdul Rahman memberikan gambaran menyeluruh tentang perkembangan Muslim di Korea Selatan. Populasi Muslim di Korea diperkirakan mencapai 250.000 orang dari total penduduk sekitar 50 juta. Rinciannya terdiri dari 25.000 Muslim asli Korea, 50.000 Muslim Indonesia, 80.000 dari Asia Tengah (Uzbekistan, Kazakhstan), 60.000 dari Asia Selatan, serta puluhan ribu dari negara lainnya.

Baca juga: Wamenag Minta PUI Inisiasi Silaturahmi Akbar Ormas Islam

Sejarah masuknya Islam ke Korea dapat ditarik hingga masa Dinasti Abbasiyah melalui jalur perdagangan. Namun, momen penting penyebarannya terjadi pada era 1950-an dipicu interaksi positif masyarakat Korea dengan tentara Peacekeeping Operation (PKO) dari negara Muslim, khususnya Turki selama dan setelah Perang Korea. “Dari interaksi itulah mereka mengenal agama Islam dan secara pelan-pelan masuk Islam,” ujarnya.

Kontribusi Brigade Turki saat itu tidak hanya di medan perang, tetapi juga dalam bidang kemanusiaan dan pendidikan, yang akhirnya berujung pada pendirian Korea Muslim Society (1955) dan kemudian Korea Muslim Federation (1967).

Imam yang merupakan alumni Universitas Islam Madinah dan mualaf sejak 1984 juga menginformasikan bahwa KMF saat ini mengelola sekitar 25 masjid dan 120 musala di seluruh Korea. Meskipun Korea bukan negara religius dan tidak memiliki kementerian agama, hak individu untuk beragama diakui dan dilindungi undang-undang.

Adhe Nuansa Wibisono menyampaikan apresiasi atas perkembangan komunitas Muslim dan fasilitas ramah Muslim, seperti kawasan Itaewon di sekitar Masjid Sentral Seoul. “Salah satunya restoran-restoran halal yang disertifikasi oleh Korea Muslim Federation,” katanya.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |