loading...
Dalam upaya mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai program prioritas nasional, PT Brantas Abipraya (Persero) terus menunjukkan komitmen kuat. Foto/Dok
JAKARTA - Dalam upaya mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai program prioritas nasional, PT Brantas Abipraya (Persero) terus menunjukkan komitmen kuat melalui kerja nyata di lapangan. Di balik progres yang terus bergerak, terdapat dedikasi tinggi dan kerja keras ratusan pekerja yang menjadi ujung tombak keberhasilan proyek ini.
Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya memastikan, bahwa percepatan pembangunan tidak hanya berorientasi pada waktu, tetapi juga tetap mengedepankan kualitas serta keselamatan kerja. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan manajemen proyek, peningkatan pengawasan teknis, serta penerapan disiplin terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lokasi proyek.
“Di lapangan, percepatan proyek didukung oleh ratusan tenaga kerja yang bekerja tanpa mengenal waktu. Dalam satu lokasi, jumlah pekerja dapat mencapai 400 hingga 600 orang yang bekerja secara bergantian siang dan malam demi memastikan target nasional dapat tercapai. Dedikasi ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme pembangunan tetap optimal,” ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana.
Baca Juga: Mensos: Siswa Sekolah Rakyat Ditargetkan Capai 100 Ribu pada 2027
Guna mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat, Brantas Abipraya pun memberangkatan 2.500 pekerja dari pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk percepatan proyek SR tak hanya di Jawa namun juga di Kalimantan dan Sulawesi.
Pengorbanan para pekerja menjadi bagian penting dari proses ini. Banyak di antara mereka yang harus meninggalkan keluarga dalam waktu yang tidak singkat, bahkan melewatkan momen-momen berharga bersama orang terdekat. Namun, hal tersebut dijalani dengan penuh tanggung jawab, sebagai wujud komitmen terhadap pekerjaan dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Budaya kerja yang dibangun Brantas Abipraya juga menekankan nilai kebersamaan dan gotong royong. Di lapangan, tidak ada sekat antara mandor, engineer, hingga pimpinan proyek. Dalam kondisi tertentu, seluruh tim turun langsung membantu pekerjaan, memastikan progres tetap berjalan sekaligus menjaga keselamatan bersama. Solidaritas ini menjadi kekuatan yang mempercepat penyelesaian proyek di tengah berbagai tantangan.

















































