loading...
Ini perbedaan puasa Tarwiyah dan Arafah, yakni terletak pada hari dan tanggal. Puasa tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Zulhijjah , sedangkan puasa Arafah dilakukan pada 9 Zulhijjah. Foto ilustrasi/ist
Catat tanggalnya! Ini perbedaan puasa Tarwiyah dan Arafah , yakni terletak pada hari dan tanggal. Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah karena pada saat itu disebut hari Tarwiyah. Sedangkan puasa Arafah dilakukan pada 9 Zulhijjah, yaitu pada hari Arafah.
Pada 8 Zulhijjah, kita dianjurkan untuk melakukan amal saleh termasuk puasa sunnah Tarwiyah. Dasar puasa di hari Tarwiyah ini adalah sebuah hadis yang menyebutkan keutamaan puasa sunnah Tarwiyah sebagai berikut:
صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين
Artinya, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).
Hanya saja, sebagian ahli hadis mempermasalahkan riwayat hadis ini karena memuat seorang perawi yang bermasalah. Mereka menyimpulkan bahwa hadis ini tidak dapat dijadikan sandaran atau hujjah syar’iyyah.
Baca juga: Sahkah Ibadah Kurban Gabungan atau Kolektif? Bagaimana Hukumnya?
Namun demikian, anjuran untuk mengamalkan puasa Tarwiyah dapat ditemukan dari dalil umum sejumlah hadis yang mengajak umat Islam untuk beramal saleh terutama pada 10 hari pertama bulan Zulhijah. Berikut ini adalah hadits riwayat Ibnu ‘Abbas RA dalam Sunan At-Tirmidzi:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر
Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini,’” (HR At-Tirmidzi).
Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Zulhijah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”
Ulama dari Mazhab Syafi’i menganjurkan umat Islam untuk mengisi 10 hari pertama Zulhijah dengan amal saleh, termasuk puasa sunnah Tarwiyah 8 Dzulhijah. Keterangan ini kita dapat dari Syaikh M Nawawi Banten dalam "Kitab Nihayatuz Zain" sebagai berikut:

















































