BRAINS Partai Demokrat Tegaskan SBY Tidak Terlibat Isu Ijazah Jokowi

3 hours ago 3

loading...

Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto/Tangkapan layar

JAKARTA - Langkah tegas yang dipertimbangkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menempuh jalur hukum terhadap akun-akun anonim penyebar fitnah merupakan langkah yang tepat, proporsional, dan diperlukan dalam menjaga etika politik serta kesehatan demokrasi. Hal itu disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam.

Umam menekankan, tuduhan yang mengaitkan SBY dengan isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo ( Jokowi ) adalah fitnah yang tidak berdasar. "Pak SBY sama sekali tidak terlibat dan tidak pernah berada di balik isu tersebut. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi berjalan baik. Pak SBY sendiri saat ini tidak aktif dalam politik praktis, beliau fokus pada aktivitas sosial, seni dan olah raga," ujar Umam dalam keterangannya kepada SindoNews, Jumat (2/1/2026).

Menurut Umam, fitnah yang beredar di media sosial itu disebarkan secara masif oleh akun-akun anonim, dengan pola yang berulang dan terkesan terkoordinasi sehingga berpotensi membentuk persepsi publik yang menyesatkan. "Disinformasi semacam ini bukan sekadar menyerang reputasi personal, tetapi juga merusak ruang publik dan kualitas demokrasi," katanya.

Baca Juga: Jubir: Demokrat Tidak Pernah Ikut Dalam Polemik Ijazah Jokowi!

BRAINS Partai Demokrat Tegaskan SBY Tidak Terlibat Isu Ijazah Jokowi


Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam (kiri). Foto/Istimewa

Umam menilai, sikap tegas diperlukan agar kebohongan tidak dibiarkan menjadi kebenaran baru. "Diam terhadap fitnah berisiko dianggap sebagai pembenaran. Pembiaran juga menciptakan preseden buruk, di mana politik fitnah bisa dianggap menjadi hal yang dinormalisasi," tegas Umam.

Read Entire Article
Tekno | Hukum | | |